Tim Investigasi Tidak Temukan Kebocoran Soal USBN.

RAKER: Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat (Jabar) menggelar rapat kerja lanjutan dengan tim investigasi yang terdiri dari oleh KCD dan beranggotakan unsur Dewan Pendidikan, K3S, dan beberapa unsur pendidikan lainnya, Senin (16/4/2018).

RAKER: Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat (Jabar) menggelar rapat kerja lanjutan dengan tim investigasi yang terdiri dari oleh KCD dan beranggotakan unsur Dewan Pendidikan, K3S, dan beberapa unsur pendidikan lainnya, Senin (16/4/2018).

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat (Jabar) lakukan rapat kerja lanjutan dengan tim investigasi yang terdiri dari oleh Kepala Cabang Dinas (KCD) dan beranggotakan unsur Dewan Pendidikan, Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), dan beberapa unsur pendidikan lainnya.

Tim Investigasi telah menghasilkan beberapa rekomendasi salah satunya terkait proses penyusunan dan pendistribusian soal agar dikembalikan kepada pihak sekolah dan menyatakan  bahwa kebocoran soal dan jawaban kemungkinan kecil tidak terjadi.

Ketua Tim Investigasi Kebocoran USBN, Husein Rahadian Hasan menjelaskan, pihaknya sudah melakukan klarifikasi ke sejumlah pihak terkait dugaan kebocoran soal dan jawaban USBN tingkat SMA/SMK di Jabar.

“Kami melakukan klarifikasi kepada tim penyusun soal dan sudah memperoleh soal USBN itu dibuat oleh satu tim yang dikoordinasi oleh Bidang Pembinaan SMA alurnya sudah dilakukan sedemikian rupa dimulai dari workshop, penulisan kisi-kisi dan lainya,” jelas Husein.

Ia memaparkan, dalam proses klarifikasi yang telah dilakukan pada tahapan distribusi master soal ditemukan bahwa alur pendistribusian dilakukan memakan proses yang cukup panjang.  Sehingga Tim Investigasi Kebocoran USBN menganggap perlu adanya revisi SOP USBN, khususnya pada bagian penyusunan dan pendistribusian soal USBN.

“Master soal itu setelah dibuat kemudian didistribusikan ke cabang dinas, dari cabang dinas saya kepala cabang dinas tidak sempat memegang (master soal) dan langsung kita serahkan kepada MKKS kemudian K3S menyerahkan kepada sekolah,” papar Husein.

Adapun dari serangkaian hasil investigasi dan klarifikasi yang telah dilakukan oleh Tim Investigasi Kebocoran USBN menghasilkan beberapa rekomendasi salah satunya terkait  perbaikan SOP penyusunan soal yang semula dilakukan oleh satu tim yang dikoordinasi oleh bidang pembinaan SMA, akan dikembalikan kepada pihak sekolah masing-masing.

loading...

Feeds