Kampung Cibunut Berwarna, Kampung Lain Juga Bisa

Kampung Cibunut RW 7 Kelurahan Kebon Pisang Kecamatan Sumur Bandung, Bandung (Riana Setiawan/Radar Bandung)

Kampung Cibunut RW 7 Kelurahan Kebon Pisang Kecamatan Sumur Bandung, Bandung (Riana Setiawan/Radar Bandung)

POJOKBANDUNG.com – Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman, Pertanahan dan Pertamanan (DPKP3) Kota Bandung mendukung adanya upaya warga untuk membangun kampung yang ramah lingkungan.

Selain itu, DPKP3 mengapresiasi warga Kampung Cibunut sebagai percontohan untuk dapat diterapkan di tempat lainnya juga.

Kampung Cibunut, Kampung yang terletak di RW 7, Kelurahan Kebon Pisang, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung ini memiliki daya tarik tersendiri dibandingkan kampung-kampung lainnya yang ada di Kota Bandung.

Ketua RW 07, Herman (52) menuturkan, ide awalnya adalah, warga setempat ingin membuat konsep dengan tema “Cibunut Bewarna” guna menciptakan pemukiman yang zero waste atau bebas sampah.

Sejak tahun 2015, warga di RW 7 ini mulai menggelorakan kembali semangat gotong royong untuk membangun kampung yang ramah lingkungan. Ia menambahkan, para warga sendiri yang mengecat dan melukis setiap sisi Kampung Cibunut tersebut.

“Setelah melakukan musyawarah dengan semua warga. Kami sepakat membuat sesuatu yang beda, yaitu penataan. Setelah itu, kami juga coba membuat proposal dengan harapan mendapat dukungan pemerintah,” terangnya saat ditemui Radar Bandung, baru-baru ini.

Herman menjelaskan, secara administratif, Kampung Cibunut menempati lahan tak lebih dari lima hektar dengan jumlah bangunan rumah 300 unit. Berada di bantaran sungai, ia mengungkapan bahwa memang kampung ini minim Ruang Terbuka Hijau (RTH).

“Tak banyak yang bisa dikembangkan di tengah keterbatasan tersebut,” jelasnya.

Namun menurutnya, warga tetap berusaha membuat kreasi lain, semisal, mengelola limbah plastik atau biodigester, bank sampah dan taman vertikal. Sarana sosial pun dibangun seperti zona ramah anak guna menciptakan lingkungan yang nyaman.

Ia mengungkapkan, memang butuh usaha yang keras untuk membenahi lingkungan agar lebih baik. Ia mengakui, membangun kesedaran warga adalah hal tersulit karena memerlukan waktu.

“Harapan kami, dengan adanya Kampung Cibunut ini dapat memberikan motivasi bagi warga Bandung lainnya, bahwa lingkungan yang nyaman akan berdampak positif untuk kehidupan,” ujarnya.

Di samping itu, Kepala Bidang Perumahan dan Pertamanan, Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman Pertanahan dan Pertamanan (DPKP3) Kota Bandung, Nunun Yanuati, menuturkan, Kota Bandung masih memiliki persoalan struktural tentang tata kelola lingkungan yang belum terselesaikan.

“Terutama terkait penyediaan RTH, kita masih mengalami kesulitan,” ungkapnya saat ditemui Radar Bandung.

Menurutnya, RTH baru menyentuh angka 12,15 persen atau sekira 2.032,21 hektar, dari total luasan Kota Bandung 16.729,65 hektar.

Nunun menerangkan, angka tersebut belum setengahnya mendekati standar ideal penyediaan RTH seperti yang diamanatkan pada UU No. 26 Tahun 2007, yaitu, tentang penyediaan RTH publik dan RTH privat sebesar 30 persen dari luas wilayah Kota Bandung.

Nunun mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung telah banyak merevitalisasi taman-taman tematik dan fasilitas umum, sesuai perencanaan tata ruang.

RTH memang memiliki peran strategis sebagai pengendali iklim mikro dan genangan air hujan, pelindung sumber daya alam seperti sungai dan mata air, juga pereduksi polutan serta pengendali guna lahan.

Ia memaparkan, berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Bandung 2013 – 2018, pencapaian RTH ditargetkan di angka 13.5 persen. Artinya, Pemkot harus menyediakan lahan sekira 226 hektar untuk satu tahun ke depan.

“Salah satunya, DPKP3 telah membuat program yakni tiap RW yaitu satu taman terbuka hijau,” ujarnya.

Menurutnya, Pemkot Bandung juga telah menganggarkan dana sebesar Rp 4 miliyar untuk pembangunan taman RW di 2018 melalui DPKP3. Sebelumnya, 120 taman RW telah dibangun di tahun 2016 hingga 2017.

Lanjutnya, pengelolaan RTH di Kota Bandung dibawahi tiga Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yaitu Dinas DPKP3, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispangtan), serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

loading...

Feeds

Jelang Ramadan, yang Baru di J&C Cookies

Mendekati bulan Ramadan 2018, toko kue yang rencananya akan membuka cabang pertamanya di negara tetangga, Singapura, juga mengeluarkan varian terbarunya …