Purna Paskibraka Indonesia Angkatan 92 Reuni Lewat Bulutangkis

PPI Kota Bandung angkatan 92 reuni dengan menggelar turnamen bulutangkis (Gumilang/Radar Bandung)

PPI Kota Bandung angkatan 92 reuni dengan menggelar turnamen bulutangkis (Gumilang/Radar Bandung)

POJOKBANDUNG.com – Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kota Bandung angkatan 92 menyelenggarakan reuni silaturahmi. Reuni digelar melalui turnamen bulutangkis yang diikuti oleh berbagai angkatan.

Acara tersebut diselenggarakan di Sporthall, Lapangan Bulutangkis, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Jalan Setiabudhi, Bandung, Sabtu (14/4) lalu. Pertandingan dimulai pukul 09.00 WIB sampai dengan pukul 16.00 WIB.

Ketua Pelaksana Reuni PPI, Sufyarnunu mengatakan, acara tersebut memang diinisiasi oleh angkatan 92 PPI Kota Bandung.

Nunu, sapaannya, menjelaskan, untuk acara reuni kali ini ia dan teman-teman angkatan 92 menginginkan hal yang berbeda dari acara reuni biasanya, yakni dengan menyelenggarakan turnamen olahraga bulutangkis.

Menurutnya, bulutangkis menjadi pilihan utama pihaknya sebagai upaya mempersatukan dan memperat tali silaturhami para alumni PPI dari berbagai angkatan.

Bulutangkis juga dipilih karena sebuah olahraga yang merakyat dan setiap orang di Indonesia menurutnya pasti bisa bermain olahraga tersebut.

“Tadinya kita mau terjun payung, cuman susah dan sedikit yang ikutnya. Ya bulutangkis kita pilih karena olahraga yang cocok bagi orang Indonesia, siapa saja bisa main bulutangkis,” ungkapnya sambil bercanda saat ditemui Radar Bandung di Sporthall UPI, Sabtu (14/4).

Nunu menerangkan, sekira 60 peserta mengikuti turnamen tersebut. Para peserta tak hanya dari angkatan 92 saja, namun dari berbagai angkatan lainnya. Lanjutnya, pihaknya memang berorientasi pada semua angkatan PPI Kota Bandung.

“Dari angkatan 86 yang paling senior hingga angkatan 2017 yang muda juga ada,” terangnya.

Ada pun nomor yang dipertandingkan antara lain, Ganda Putra, Ganda Putri dan Ganda Campuran.

Nunu menjelaskan, pihaknya sengaja tak memasukan nomor single dalam turnamen tersebut dikarenakan melihat usia para peserta juga serta faktor kebersamaan dan keseruan yang lebih terasa jika pertandinganya nomor ganda.

“Kalo satu lawan satu mah ripuh. Kalo ganda kan rame dan juga tidak terlalu berat,” jelasnya.

Turnamen tersebut juga sebenarnya tidak berorientasi kepada prestasi, melainkan lebih menitik beratkan terhadap silaturahmi saja. Nunu mengatakan, bagi para pemenang turnamen tersebut, tentunya panitia sudah menyiapkan berbagai hadiah.

Namun, hadiah tersebut bersifat tentatif dan memang bukan menjadi tujuan utama. Ia juga menambahkan, tak lupa para pemenang pastinya mendapatkan medali juga seperti medali perunggu, perak dan emas.

“Kita kan dapat sponsor, nah hadiahnya dari sponsor itu,” ujarnya.

loading...

Feeds

Jelang Ramadan, yang Baru di J&C Cookies

Mendekati bulan Ramadan 2018, toko kue yang rencananya akan membuka cabang pertamanya di negara tetangga, Singapura, juga mengeluarkan varian terbarunya …