Teh Dia, Cara Menikmati Teh Manis tanpa Takut Diabetes

Tim Peneliti Fakultas Farmasi Universitas Padjajaran (FFUP) berkolaborasi dengan R&D PT DPE membuat teh manis dengan inovasi tanpa takut diabetes (NUR FIDHIAH SHABRINA/RADAR BANDUNG)

Tim Peneliti Fakultas Farmasi Universitas Padjajaran (FFUP) berkolaborasi dengan R&D PT DPE membuat teh manis dengan inovasi tanpa takut diabetes (NUR FIDHIAH SHABRINA/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com – Minuman teh kini sedang digandrungi. Bagi yang tak suka teh tawar, teh manis menjadi pilihan. Tapi meminum teh manis ada resiko peningkatan kadar gula. Dan ini tidak baik bagi kesehatan.

Sebab, penyakit diabetes menghantui para pecinta gula. Untuk itu, Tim Peneliti Fakultas Farmasi Universitas Padjajaran (FFUP) berkolaborasi dengan R&D PT DPE membuat teh manis dengan inovasi tanpa takut diabetes.

Inovasi itu dinamai Teh Dia. Keri Lestari Dandan selaku ketua peneliti mengatakan bahwa Teh Dia merupakan teh yang aman bagi penderita diabetes dan juga pecinta gula tanpa takut terkena penyakit serupa.

“Teh dia merupakan minuman teh fungsional (nutrasetikal) yang mempunyai khasiat membantu mengendalikan kadar gula darah, dengan nilai LD50 yang menunjukkan keamanan penggunaan,” ucapnya dalam acara Soft Launching Teh Dia, di Hotel Grand Preanger, belum lama ini.

“Keistimewaan produk teh stevia yang dikembangkan ini berhasil menyajikan rasa teh tanpa after taste ketar yang biasanya melekat pada herbal stevia,” katanya.

Menggunakan daun stevia sebagai bahan pengganti gula, sehingga menghasilkan rasa manis yang langsung keluar dari tumbuhan yang berasal dari negara Brazil ini.

“Teh Dia merupakan ramuan eksklusif teh terbaik dan duan stevia yang mengandung senyawa steviosida. Steviosida merupakan bahan pemanis alami yang tidak berkalori dan dapat mengendalikan kadar gula darah (hipoglikemik),” jelasnya.

Teh Dia

Makanan yang mengandung stevia sebagai pemanis, tidak memungkinkan pertumbuhan bakteri dan ragi. Steviosioda dapat memperlambat pembentukan plak dan karies gigi serta tidak toksik.

Lebih lanjut Keri menjelaskan, mekanisme steviosida mengendalikan kadar gula darah adalah melalui beberapa tahap, dalam tubuh steviosida akan mengalami hidrolisis menjadi steviolbiosida yang dengan segera akan diubah menjadi steviol.

“Steviol ini yang akan meningkatkan aktivitas insulin di dalam tubuh sehingga kadar gula dalam darah akan menurun, dengan demikian stevia berpotensi untuk antidiabetes dan dapat mencegah penyakit diabetes melitus,” ungkapnya.

Daun teh yang digunakan adalah jenis black tea yang diambil langsung di daerah Ciwidey, Kabupaten Bandung. Melakukan riset selama 2 tahun, Keri yakin bahwa temuannya ini akan membantu penderita diabetes agar bisa kembali menikmati gula dalam seduhan teh.

“Teh ini berlimpah di Indonesia khususnya Jawa Barat. Saya mau membuat produk yang ada unsur fungsionalnya, memiliki nilai tambah juga,” katanya.

Kesulitan dalam pembuatan TEHDIA adalah menghilangkan rasa ketar yang ada di dalam daun stevia. Rasa yang lebih mirip seperti getah mendominasi, diawal penemuannya ini. Akhirnya setelah digabung dengan bantuan teknologi farmasi, rasa ketar itu bisa hilang dan hanya manis yang masih tersisa.

Daun Stevia memiliki rasa manis sekitar 200 hingga 300 kali gula biasa, namun mempunyai nilai nol kalori, sehingga daun stevia dapat digunakan sebagai pengganti alami (natural sweetener) yang lebih sehat dan tidak menyebabkan kenaikan gula darah, bahkan membantu mengendalikan kadar gula darah.

Teh Dia kini masih dijual secara online di situs penjualan UNPAD, rencananya akhir tahun 2018 produk ini akan dijual secara bebas.

(fid)

loading...

Feeds

Jelang Ramadan, yang Baru di J&C Cookies

Mendekati bulan Ramadan 2018, toko kue yang rencananya akan membuka cabang pertamanya di negara tetangga, Singapura, juga mengeluarkan varian terbarunya …