Pemuda Asal Sumatera Menginisiasi Pergerakan di Bidang Kewirausahaan dan Pengembangan Profesi

Novriesco Meiza Putra (lanan) bersama Kepala Dinas LPMP Provinsi Maluku

Novriesco Meiza Putra (lanan) bersama Kepala Dinas LPMP Provinsi Maluku

POJOKBANDUNG.com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bandung punya usaha di bidang tekstil. Bidang usaha ini bernama Sabang 17, diambil dari alamat Sekretariat HMI Cabang Bandung di Jalan Sabang.

Orang yang bertanggung jawab untuk bidang usaha HMI Cabang Bandung ialah Novriesco Meiza Putra.

Di HMI Cabang Bandung, pria kelahiran Medan, Sumatera Utara, yang akrab disapa Pupung ini menjabat di kepengurusan Kepala Bidang Kewirausahaan dan Pengembangan Profesi.

Minimnya lapangan kerja mendorong HMI Cabang Bandung untuk menggeluti usaha tersebut. Mereka mengusung motto “Inovation, Creativity & Independent”.

Menurut Novriesco Meiza Putra, tantangan HMI hari ini ialah menghadapi masalah, yakni kemiskinan. Wirausaha sendiri diyakini bisa menjawab tantangan kemiskinan, khususnya di Bandung.

“Dengan kreativitas dan inovasi masyarakat Kota Bandung mampu bersaing secara global untuk skala ekonomi kreatif dan juga mengupayakan untuk mengubah usaha konvensional ke usaha digital atau yang disebut digital shift,” kata pria yang akrab disapa Pupung.

Karena itu, Pupung yang berdomisili di Bandung mengaku optimis masalah kemiskinan bisa diatasi dengan pendidikan dan wirausaha. Salah satu hal penting sebagai penggerak ekonomi ialah UMKM atau usaha kecil.

Menurutnya, Pemerintah Kota Bandung yang mengusung Smart City haru lebih memperhatikan UMKM konvensional yang jauh dari kemakmuran. Mereka harus mendapat akses pendidikan usaha digital.

Pupung juga aktif dalam mendampingi UMKM kecil di wilayah Moh.Toha dan Tegalega Kota Bandung yang rata-rata dari kelompok yang tidak pernah mengecap dunia pendidikan.

Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wibowo Santoso, mengatakan tahun 2018 ini saat yang tepat bagi dunia usaha untuk memajukan bisnisnya. Tahun ini perekonomian global maupun Indonesia dalam kondisi yang baik.

Maka dari itu, Pupung mengajak seluruh rekannya untuk proaktif dan merespons positif.

“Maka dari itu kita harus kembali memberikan pembelajaran kepada masyarakat untuk membantu mereka mendapatkan soft skill di dalam bidang kewirausahaan ini, serta mengembangkan minat bakat keprofesian individu untuk meningkatkan keterampilan masyarakat agar mempunyai produk yang berkualitas, dan dari situ pula kita akan membuka lapangan kerja,” ungkapnya.

(sol)

loading...

Feeds