USBN SMP, Polisi Siapkan Pengawalan

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKBANDUNG.com – Sebanyak 7.486 siswa kelas 3, dari 38 Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kota Cimahi bakal mengikuti pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN).

Pelaksanaan USBN digelar mulai Senin (9/4) hingga Senin (16/4) dengan 12 mata pelajaran yang akan diujikan.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Nana Suyatna, mengatakan, USBN SMP sendiri masih menggunakan sistem kertas pensil. Untuk soal ujian saat ini sudah di distribusikan ke tiap sekolah.

“Kita sudah siap. Pendistribusian soal dipastikan aman dengan dibantu pengamanan dari semua pihak termasuk aparat keamanan,” ungkapnya.

Seluruh soal USBN tersebut, lanjut dia, disusun oleh guru khusus mata pelajaran masing-masing soal. Melalui Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), kemudian dicetak oleh Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kota Cimahi.

“Untuk pengawasannya pun oleh guru sekolah masing-masing, pemeriksaan oleh gurunya,” terangnya.

Dia menjelaskan, hasil USBN sendiri merupakan nilai yang akan dimasukkan dalam nilai akhir kelulusan. Nantinya, nilai kelulusan siswa akan diakumulasikan dari nilai tiga tahun sekolah.

“Kelulusan bukan ditentukan oleh nilai UNBK saja, tapi dengan nilai USBN dan nilai 3 tahun sekolah diakumulasikan,” tandasnya.

Sementara itu, dalam upaya mencegah kebocoran soal menjelang USBN tingkat SMP/MTS, Polres Cimahi sudah menyiapkan personelnya untuk melakukan pengawasan terhadap pendistribusian soal.

Kapolres Cimahi AKBP Rusdy Pramana Suryanagara, mengatak0an, pelibatan pihaknya dalam pengawasan pelaksanaan USBN yakni, melakukan pengawasan mulai dari pendistribusian soal hingga pengiriman soal dan lembar jawaban.

“Tentunya petugas akan disiagakan dari mulai datangnya soal, sampai pendistribusian ke tiap sekolah,” katanya.

Rusdy melanjutkan, pengamanan pendistribusian soal ini merupakan tindak lanjut dari kasus dugaan kebocoran soal yang terjadi ketika pelaksanaan USBN tingkat SMA beberapa waktu lalu.

“Demi kepentingan bersama, tentunya kita berupaya menjaga ujian sekolah ini bebas dari, bocornya soal atau lembar jawaban yang bisa mengganggu konsentrasi para siswa,” pungkasnya.

(gat)

loading...

Feeds