Minuman Oplosan Bunuh 23 Nyawa, Penjual Miras Jadi Tersangka

Petugas memperlihatkan barang bukti minuman ilegal saat gelar barang bukti di kantor Wilayah Bea dan Cukai, Kota Bandung,  Senin (19/2). (RIANA SETIAWAN/RADAR BANDUNG)

Petugas memperlihatkan barang bukti minuman ilegal saat gelar barang bukti di kantor Wilayah Bea dan Cukai, Kota Bandung, Senin (19/2). (RIANA SETIAWAN/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com – Sebanyak 23 orang merenggang nyawa setelah menenggak minuman keras (miras) oplosan di Cicalengka, Kabupaten Bandung.

Jumlah tersebut terdiri 20 orang di RSUD Cicalengkan dan tiga orang di RSUD Majalaya.

Minuman haram itu mereka dapat dari oknum penjual di kawasan Bojongasih, RT 3 RW 8, Desa Cicalengka Wetan, Kecamatan Cicalengka, Senin (9/4).

Kapolres Bandung Soreang, Indera Hermawan menjelaskan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap lima orang saksi kasus miras oplosan yang merenggut maut tersebut.

Polisi juga telah menetapkan dua orang tersangka sebagai penjual miras oplosan terkait kasus tersebut.

“Kita sudah tetapkan dua orang tersangka. Inisial HM dan JS,” terangnya saat dihubungi Radar Bandung melalui telepon, Senin (9/4).

Ia menjelaskan, proses penetapan tersangka baru rampung pada pukul 17.00 WIB setelah dilakukan gelar perkara terhadap kedua tersangka tersebut.

Lanjutnya, pihak kepolisian sudah mengambil sampel sisa minuman keras untuk dibawa ke laboratorium forensik Polda Jabar.

“Kita juga sudah ambil sampel darah, bekas muntahan dan urin para korban,” ujarnya.

Indera menjelaskan, para tersangka akan dikenai pasal 204 KUHP dengan ancaman 15 Tahun penjara. Serta pasal 140, 142 KUHP dengan ancaman dua tahun penjara.

“Tersangka dikenai dua pasal dengan ancaman penjara 17 Tahun,” paparnya.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar Kombes Umar Surya Fana memaparkan kronologisnya.

Dia mengatakan para korban membeli miras tersebut pada Kamis (5/4). Mereka membeli miras jenis ginseng berair kuning yang dikemas ke dalam botol plastik.

“Mereka membeli miras ginseng dari toko milik S yang berada di Kampung Bojong Asih, Cicalengka,” tutur Umar.

Kios miras oplos ginseng milik S berlokasi di Jalan Bypass Bandung-Garut. Kios bercat hijau tersebut sudah ditutup dan disegel Satpol PP Kabupaten Bandung.

Pantauan di lokasi, Senin siang, pintu kios tersebut ditutupi seng. Menurut warga, kios ini digunakan S untuk meracik miras oplosan jenis ginseng.

“Betul di sana buatnya (kios miras). Kalau lagi meracik baunya menyengat. Airnya berwarna kuning,” kata Regi (19), warga setempat.

Regi mengungkapkan setiap harinya banyak orang yang membeli miras oplosan ke kios tersebut.

“Ini kan kiosnya ada di jalan besar dan jauh dari pemukiman. Banyak yang beli orang Cicalengka, orang luar juga ada,” ujar Regi.

Menurut dia, miras oplos ginseng itu dikemas dalam botol plastik bekas minuman mineral. Per satu botol dijual seharga Rp 20-25 ribu.

Kehadiran kios miras milik S itu, sambung dia, telah meresahkan warga. “Mending ditutup (kios miras), membawa jelek nama kampung,” ucap Regi.

(gum/peh/net)

loading...

Feeds