Hah! Facebook Mati, Tenang Saja Masih Ada Aplikasi Lain

Facebook. AFP

Facebook. AFP

POJOKBANDUNG.com – Sejumlah pengguna aplikasi Facebook dan pakar ekonomi memberikan tanggapannya terkait rencana pemerintah menonaktifkan aplikasi tersebut.

Pengelola Forum Jual Beli Mahasiswa (FJB) Bandung, Teguh Wibawa (25), mengatakan, rencana pemerintah untuk menonaktifkan Facebook akan merugikan para pelaku bisnis terutama para wirausahawan muda yang menggunakan Facebook sebagai media aktivitas jual beli barang.

“Jumlah member di grup kita ada puluhan ribu orang. Sudah bertahun-tahun juga melakukan aktivitas jual beli di sana,” kata Teguh saat ditemui Radar Bandung.

Teguh menurutkan, dirinya sendiri sudah 10 tahun berkecimpung di dunia bisnis online terutama facebook bersama dengan teman-teman mahasiswa Bandung lainnya.

Facebook merupakan sebuah tempat yang strategis untuk menjangkau konsumen dari berbagai daerah serta dapat pula membangun sebuah silaturahmi antar penjual dan pembeli ketika melakukan aktivitas jual beli barang secara Cash On Delivery (COD).

“Kita juga sering melakukan pertemuan antar pelaku bisnis yang notabene masih mahasiswa. Tujuannya untuk sharing dan berdiskusi tidak hanya bicara bisnis saja, namun hal lainnya juga,” terangnya.

Menurutnya, jika facebook dibekukan, pasti para pelaku bisnis ini akan beralih ke aplikasi sosial media lainnya seperti Instagram, WhatsApp, Line dan lainnya. Sehingga, masih ada kesempatan terbuka lebar dari aplikasi lainnya untuk menaungi sejumlah pebisnis tersebut.

Namun ia mengkhawatirkan, jika pada akhirnya pemerintah akan menonaktifkan semua sosial media yang ada di Indonesia.

“Bisnis online ini kan sudah jadi tren, banyak kelebihan dan kekurangannya pastinya, tapi jangan sampailah dilarang semua sosial media di Indonesia, nanti kita jualan gimana,” ungkapnya.

Selain itu, Ridwan Fauzi (23), seorang pengguna facebook lainnya juga mengatakan, dirinya memang sudah siap jika facebook akan dinon-aktifkan di Indonesia.

Menurutnya, ketika seseorang mulai menggunakan atau membuat sebuah akun facebook atau akun media sosial lainnya, secara otomatis, harus siap dengan resiko seperti kehilangan privasi data pribadi, seperti foto-foto, dokumen dan lainnya.

“Orang masuk ke internet sekarang tuh harus siap ditelanjangi,” ujar Ridwan saat ditemui Radar Bandung.

Di sisi lain, Ridwan menuturkan, kebijakan pemerintah tersebut juga harus mempertimbangkan banyak hal seperti dampak yang akan terjadi kepada masyarakat.

Media media memiliki sisi positif dan negatif yang harus disikapi bijak oleh para pengguna, baik dari masyarakat dan juga pemerintah, perlu mengkaji ulang rencana menontaktifkan facebook tersebut.

“Jangan seperti Korea Utara juga, segala sosial media dilarang. Kita kan negara demokrasi dan tidak sepenuhnya menolak perkembangan teknologi dan informasi,” tandasnya.

Di samping itu, Pemerhati Komunikasi Sosial dan Bisnis Univeritas Komputer Indonesia, Maulana Irfan, mengatakan, langkah pemerintah untuk menonaktifkan facebook tidak akan berdampak pada untung ruginya sebuah kegiatan bisnis.

Menurutnya, para pebisnis tersebut akan mencari pilihan promosi berdagang yang lebih murah dan juga efektif tatkala facebook sudah tidak lagi memiliki harapan untuk mereka dalam menyediakan lahan untuk berdagang.

Ia melihat adanya sebuah kecendurangan perpindahan tren jual beli barang yang dulu mungkin gencar di facebook, beralih ke aplikasi media sosial lainnya.

“Online shop banyak bertebaran di Instagram sekarang,” terangnya saat dihubungi melalui saluran telepon kepada Radar Bandung.

Irfan menuturkan, potensi internet atau sosial media sebagai tempat untuk melakukan aktivitas bisnis takan pernah mati.

Menurutnya, berbagai cara dan upaya akan dilakukan para pelaku bisnis jika cara yang dulu sudah dirasa tidak efektif lagi terutama ada campur tangan pemerintah juga yang menutup akses pebisnis tersebut untuk berdagang di sosial media seperti facebook.

“Pebisnis yang baik itu takan menyerah ketika satu pintu ditutup. Masih banyak cara dan kesempatan untuk melakukan promosi dan strategi pemasaran,” pungkasnya.

(gum)

loading...

Feeds