Panwaslu Kota Cimahi: Kaum Difabel Juga Bisa Turut Awasi Pemilu

ilustrasi pilkada

ilustrasi pilkada

POJOKBANDUNG.com – Dari 5.066 penyandang disabilitas di Kota Cimahi, hanya sekitar 0,2 persen saja yang baru tersentuh edukasi kepemiluan.

Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Cimahi Yus Sutaryadi mengatakan, partisipasi penyandang disabilitas sangat dibutuhkan dalam menyukseskan pemilu.

Menurutnya, dengan adanya pengawasan partisipatif yang melibatkan penyandang disabilitas, samahalnya dengan memfasilitasi hak politiknya.

“Sehingga hak politik mereka tidak terkebiri meski mempunyai keterbelakangan,” ujarnya.

Dia melanjutkan, dalam upaya memberikan pemahaman terkait pengawasan dalam pemilu kepada kaum difabel, pihaknya akan memberdayakan salah satu dari mereka sebagai anggotanya.

“Sebenarnya pengaruh dari penyandang disabilitas di Cimahi hanya 0,2 sampai 0,5 persen dibanding jumlah yang ada. Tapi, karena di antara mereka masih ada yang punya IQ tinggi maka, kita bisa manfaatkan dari sisi pengawasannya,” ungkapnya.

Saat ini pihak Panwaslu bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah memfasilitasi para penyandang disabilitas, baik dari segi jalurnya maupun fasilitas yang lainnya.

“Kita siapkan seperti kursi roda untuk tuna daksa. Intinya jangan sampai disabilitas dari tahun ketahun tidak terakomodir. Sehingga kita juga siap untuk jemput bola,” ucapnya.

Yus menjelaskan, dengan adanya sosialisasi dari KPU dan Panwas minimal bagi kaum disabilitas khususnya kelompok tunadaksa, mereka bisa dilibatkan menjadi pengawas di Tempat Pemungutan Suara.

Jika Panwas dipermanenkan lima tahun, Yus berjanji akan memberdayakan salah seorang dari mereka selama mereka ada keahlian.

“Kita bisa coba menjadikan pengawas TPS, sebab pengawas TPS tidak terlalu banyak mobilisasi dan yang penting dia bisa mengatasi apa yang terjadi di TPS. Dan bila mereka mau ke PPS, PPL yang menjemput bola untuk menyerahkan hasil verifikasinya. Atau mereka bisa juga diberdayakan diseketariat Panwas,” pungkasnya.

(gat)

loading...

Feeds