Akibat Limbah Pabrik, Warga Cimahi Terkena Penyakit

Salah seorang warga menunjukan tangannya yang luka akibat diduga terpapar limbah pabrik. (foto : Gatot/Radar Bandung)

Salah seorang warga menunjukan tangannya yang luka akibat diduga terpapar limbah pabrik. (foto : Gatot/Radar Bandung)

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Diduga akibat pencemaran udara dan air, seorang anak berusia 6 tahun warga Kampung Cibodas Campaka Kecamatan Cimahi Selatan, menderita penyakit gatal-gatal.

Warga setempat menduga, penyakit yang selama ini mendera masyarakat sekitar akibat terpapar limbah yang dihasilkan pabrik.

Bagaimana tidak, kampung yang terletak di wilayah Kelurahan Leuwigajah itu, dikelilingi 21 pabrik. Sehingga, dugaan warga pun tertuju pada semua industri yang berdekatan dengan lingkungan sekitar.

Salah seorang warga mengaku, pengolahan maupun pembuangan limbah dari pihak pabrik yang dianggap tidak memperhatikan lingkungan ini, karena minimnya koordinasi antara pengelola pabrik dengan warga.

Bahkan, warga menduga ada oknum yang memanfaatkan situasi.

“Kami ingin, pihak pabrik terbuka dan tidak lagi percaya sama oknum yang mengatasnamakan warga,” tegas Iim (34) yang juga keluarga terdampak limbah.

Sejauh ini, lanjut dia, warga merasa banyak dirugikan dengan ulah pabrik yang tidak mementingkan lingkungan sekitar bahkan, masyarakat banyak mengalami berbagai penyakit seperti, gatal-gatal, batuk dan Ispa.

“Saya kasihan sama anak tetangga yang katanya terserang Tubercolusis. Dia keluarga tidak mampu. Kami harap pihak manapun bisa memberikan kepedulian,” tuturnya.

Keinginan warga yang menginginkan dipertemukanya dengan pihak pengelola pabrik, nampaknya bisa segera dilaksanakan. Terlebih, pihak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Cimahi akan memfasilitasi pertemuan tersebut.

“Silakan datang hari Rabu (11/4) ke DPRD, saya sediakan waktu dari jam 9 pagi sampai jam 10 malam,” kata Achmad Gunawan Ketua DPRD Cimahi saat dihubungi Radar Bandung.

Menurut dia, permasalahan limbah di Cimahi yang seakan tak kunjung usai itu akibat dari pengawasan maupun penindakan yang lemah sehingga, pihak pabrik berani melakukan tindakan tidak terpuji.

“Mereka tidak peduli terhadap lingkungan sekitar. Terkesan menganggap remeh aturan yang ada,” ungkapnya.

Dalam menyikapi pabrik yang dianggap nakal serta tidak mematuhi aturan Pemerintah, ia menegaskan, kepada pihak pabrik serta Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) yang ada di Cimahi, jangan mangkir apabila dipanggil oleh dewan dalam membahas suatu permasalahan terkait industri yang tidak peduli terhadap linkungan.

“Kalau masih betah di Cimahi, jangan sepelekan segala aturan yang ditetapkan pemerintah,” tandasnya.

(gat)

loading...

Feeds