Estetika Kota Bandung Buruk karena Alat Peraga Kampanye

Penanggung Jawab Sementara (PJS) Walikota Bandung, Muhamad Solihin saat menerima alat pemadam api sebagai simbolis acara hut Damkar di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana, Kota Bandung, Rabu (14/3). (Azis Zulkhairil/Radar Bandung)

Penanggung Jawab Sementara (PJS) Walikota Bandung, Muhamad Solihin saat menerima alat pemadam api sebagai simbolis acara hut Damkar di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana, Kota Bandung, Rabu (14/3). (Azis Zulkhairil/Radar Bandung)

POJOKBANDUNG.com – Penjabat Sementara (pjs) Walikota Bandung M.Solihin mengatakan, estetika Kota Bandung jadi buruk karena alat peraga kampanye (APK).

“Jadi sekarang banyak APK yang bertumpuk, mulai dari sosialisasi calon yang tidak masuk kandidat, sampai sosialisasi calon anggota legislatif yang sebetulnya belum saatnya melakukan sosialisasi,” ujar Solihin.

Penumpukan ini, menurut Solihin, membuat estetika Kota Bandung menjadi buruk.

Padahal, lanjut Solihin, Pemkot Bandung sudah menyiapkan tiang khusus, untuk pemasangan APK.

“Sayangnya banyak APK yang dipasang tidak di tempatnya. Tiang khusus sudah kami siapkan, namun APK masih berantakan,” kata Solihin.

Karenanya, Solihin meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk membuat daftar APK mana saja yang melanggar. Kalau memungkinkan, APK yang melanggar difoto agar tidak ada kesalahan dalam pencabutan.

Hal ini diperlukan, agar Satpol PP Kota Bandung bisa melakukan tindakan.

“Karena Satpol PP tidak bisa melakukan tindakan pencabutan jika tidak ada rekomendasi dari Bawaslu,” tegasnya.

Menanggapi hal ini, Anggota DPRD Kota Bandung dari Partai NasDem, Rendiana Awangga mengatakan, jika memang APK pilkada merusak estetika dan menyalahi aturan, sudah selayaknya ditertibkan.

“Saya sih sepakat, siapapun yang melakukan pelanggaran memang harus ditindak,” kata Awang.

Awang sendiri mengaku memiliki APK sosialisasi pasangan Walikota dan Wakil Walikota Bandung yang diusung Partai Nasdem, yang tersebar di daerah pemilihannya.

“Ada sekitar 25 APK yang saya sebar di dapil saya, berupa spanduk. Di pasang di setiap kelurahan di Dapil 6,” katanya.

Sosialisasi ini menurut Awang memang merupakan arahan dari partai. Selain itu, banyak masyarakat khususnya konstituen yang menanyakan langsung mengenai pasangan yang layak dipilih.

“Kalau saya sudah memasang spanduk yang gambarnya ada wajah saya dan wajah pasangan yang diusung Partai saya, itu kan sudah cukup menjelaskan kepada masyarakat,” bebernya.

Awang meyakinkan, tidak ada APK miliknya yang menyalahi aturan. Karena sebelum ditempelkan oleh relawan, pihaknya memberi arahan cara pemasangan spanduk yang baik, juga titik-titik mana saja yang tidak boleh dipasangi APK.

“Jadi tidak ada yang dipasang dengan cara dipaku di pohon. Yang paling aman sih memang pasang di halaman rumah sendiri,” kelekarnya.

Namun, jika ternyata APK miliknya menyalahi aturan, Awang menyatakan tidak keberatan kalau harus ditertibkan.

(mur)

loading...

Feeds