Teh Nia Dukung Kabupaten Bandung Layak Anak Lewat Warnet Sehat

Ketua P2TP2A Kabupaten Bandung Hj. Kurnia Agustina Dadang M Naser atau Teh Nia, dalam Pelatihan Aparatur Satuan Polisi Pamong Praja di Bidang I.T Menuju Warnet Ramah Anak Tingkat Kabupaten Bandung Tahun 2018, di Gedung Ormas di  Soreang

Ketua P2TP2A Kabupaten Bandung Hj. Kurnia Agustina Dadang M Naser atau Teh Nia, dalam Pelatihan Aparatur Satuan Polisi Pamong Praja di Bidang I.T Menuju Warnet Ramah Anak Tingkat Kabupaten Bandung Tahun 2018, di Gedung Ormas di Soreang

POJOKBANDUNG.com – Dukung KLA, Pemkab Gagas Warnet Sehat Mendukung Kabupaten Bandung Layak Anak (KLA), Pemerintah konsen pada program dan kegiatan yang berpihak pada pemenuhan hak anak, salah satunya gagasan untuk warnet sehat.

Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan (P2TP2A) Kabupaten Bandung Hj. Kurnia Agustina Dadang M Naser mengungkapkan dorongan untuk menciptakan warnet sehat khususnya untuk anak-anak.

“Kita dukung KLA salah satunya melalui terbentuknya warnet sehat. Kita antisipasi kecenderungan informasi negatif, tontonan yang tidak layak, aktivitas dan perilaku menyimpang yang diakibatkan atau dampak dari hadirnya warnet kebanyakan,” ungkap Kurnia Agustina Dadang M Naser.

“Para pengusaha warnet itu harusnya punya asosiasi, mereka harus diberikan pemahaman-pemahaman mengenai warnet sehat,” sambung ibu yang biasa disapa Teh Nia itu, usai Pelatihan Aparatur Satuan Polisi Pamong Praja di Bidang I.T Menuju Warnet Ramah Anak Tingkat Kabupaten Bandung Tahun 2018, yang digelar di  Gedung Ormas di  Soreang, Rabu (4/4/2018).

Hadirnya warnet sehat ini, ujar Teh Nia harus memberikan dampak edukasi. Dirinya mengaku prihatin atas beberapa kasus kriminal yang terjadi pada anak dan dilakukan juga oleh anak-anak.

Tentu saja menurutnya, arus informasi melalui internet begitu cepat, sehingga bisa mempengaruhi pola pikir bahkan perilaku anak-anak kita.

“Saya selaku ketua P2TP2A, pasti merasa prihatin terhadap nasib anak bangsa khususnya yang ada di Kabupaten Bandung.  Kita coba buka lagi SDM yang kita miliki, dari kisaran 1,2 juta jiwa jumlah anak di Kabupaten Bandung, seberapa banyak yang penggunan gadget aktif?” ungkapnya.

loading...

Feeds