Survei Pilwalkot Bandung, Siapa Memimpin?

Para kontestan Pilwalkot Bandung. (Ramdhani/Radar Bandung)

Para kontestan Pilwalkot Bandung. (Ramdhani/Radar Bandung)

POJOKBANDUNG.com – Berdasarkan hasil survei yang dirilis Rectoverso Institut tentang Pimilihan Walikota (Pilwakot) Bandung, hanya 50 persen pemilih Kota Bandung yang mengetahui ada pilkada serentak.

“Pengetahuan mereka beragam, rata-rata mereka mengetahui ada pilkada serentak, tapi tidak tahu jadwal pastinya,” ujar peneliti Rectoverso Institute, Romdin Azhar, Senin (2/4).

Alat peraga kampanye (APK) berupa stiker, baligo dan lainnya dinilai kurang efektif dalam mensosialisasikan kegitan pilkada, termasuk mensosialisasikan pasangan calon.

“Yang lebih efektif adalah dengan mendatangi langsung warga, atau lewat media sosial,” tambahnya.

Survei yang menggunakan 400 responden di Kota Bandung itu juga merilis temuan bahwa warga Bandung masih menyukai petahana dan artis. Responden juga puas dengan kinerja Pemkot Bandung.

“Kalau dulu, masyarakat lebih menyukai calon yang ganteng dan kaya. Kalau sekarang masyarakat lebih cerdas, mereka melihat visi, misi, pengalaman dan program calon,” katanya.

Masyarakat sekarang juga sudah mempunyai sikap sendiri dalam menentukan pilihan. Mereka tidak akan mudah mengubah pilihan. Mereka yang menentukan pilihannya sendiri.

“Sekitar 60 persen masyarakat menyatakan tidak akan mengubah pilihan mereka dari calon yang mereka pilih sekarang,” tegasnya.

Meski demikian, masyarakat menyatakan baru akan mengubah pilihannya jika ada berita miring mengenai calon, adanya pemberian uang, dan interaksi langsung dengan masyarakat.

“Yang paling masyarakat tunggu adalah interaksi langsung dengan masyarakat. Itu akan mendongkrak elektabilitas,” terang Romdin.‎

Disinggung mengenai kinerja pemkot, masyarakat mengaku relatif puas, walaupun masih ada yang mereka keluhkan. Di antaranya mengenai lapangan pekerjaan, kemiskinan dan masalah ekonomi.

Kalau dulu, lanjut Romdin, masyarakat mengeluhkan masalah infrastruktur dan tingginya angka korupsi. Sekarang mungkin kedua faktor itu perlahan sudah diperbaiki. Sehingga keluhan bergeser ke masalah ekonomi.‎

“Karenanya, masyarakat ingin calon pemimpin punya program yang lebih jelas dalam mengenaskan masalah kemiskinan dan kesenjangan ekonomi. Jangan sampai masyarakat hanya diberi kailnya saja, tapi juga dengan kolamnya,” papar Romdin.

Survei tersebut berilis pertahana M. Danial dan Yana Mulyana berada di posisi pertama‎ dengan 45 persen suara, posisi kedua dipegang Yossi Irianto-Aries Supriatna 31,50 persen, Nurul Arifin-Chairul Yaqin Hidayat 19 persen.

“Sisanya 4,50 persen tidak menjawab,” katanya.‎

Dari sisi popularitas, Oded mendapat 80 persen, disusul Nurul 72,75 persen dan Yossi dengan‎ 66,25 persen. Sedangkan tiga posisi terakhir ditempati oleh para wakil yakni Yana 33,75 persen, Aries 29,50 persen dan Chairul 27,75 persen.

(mur)‎

loading...

Feeds

Jelang Ramadan, yang Baru di J&C Cookies

Mendekati bulan Ramadan 2018, toko kue yang rencananya akan membuka cabang pertamanya di negara tetangga, Singapura, juga mengeluarkan varian terbarunya …