Warga Kampung Adat Cireundeu Dijanjikan Ini Sama Deddy Mizwar

Calon Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar saat berkunjung ke Kampung Cireundeu (Gatot/Radar Bandung)

Calon Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar saat berkunjung ke Kampung Cireundeu (Gatot/Radar Bandung)

POJOKBANDUNG.com – Rasa khawatir masyarakat adat Kampung Cireundeu sedikit terkikis oleh pernyataan Calon Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, yang menyatakan bahwa tempat pembuangan sampah di Leuwiajah tidak akan difungsikan kembali.

Salah seorang tokoh masyarakat Kampung Cireundeu Abah Widi mengatakan, hingga saat ini warga kampung masih dihantui dengan peristiwa longsor sampah di TPAS tersebut pada tahun 2005 silam.

Pasalnya, sempat muncul pernyataan dari pihak Pemerintah Kota Cimahi terkait, difungsikannya kembali lahan tersebut sebagai tempat pembuangan sampah.

“Apa pun alasannya, warga tetap menolak keras apabila TPAS tersebut akan difungsikan kembali oleh pemerintah setempat,” katanya.

Menurut dia, sampah identik dengan penyakit. Bahkan, lahan pertanian pun sudah tercemar akibat banyaknya sampah. Sehingga, akan menjadi masalah di masyarakat.

“Abah mah nitipkan pesan, agar TPS itu tidak bisa difungsikan lagi dan lebih baik bisa dijadikan tempat pariwisata. Karena lebih bermanfaat,” ujarnya.

Sementara itu, dari sudut pandang Calon Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, TPAS Leuwigajah sudah tidak mungkin difungsikan kembali. Sebab, lokasi tersebut sudah seharusnya dijadikan tempat kepariwisataan yang condong ke kebudayaan.

“Cireundeu merupakan daerah yang memiliki ciri khas tersendiri di Kota Cimahi. Tidak semua daerah memiliki kampung adat,” kata Deddy, saat berkunjung ke Kampung Cireundeu, Jumat (23/3).

Untuk pembuangan sampah khususnya wilayah Bandung Raya, kata dia, sudah disiapkan

Seperti diketahui, Tempat Pembuangan dan Pengolahan Akhir Sampah (TPPAS) Legok Nangka yang berada di Kabupaten Bandung itu, telah menggunakan teknologi ramah lingkungan yang bisa menghasilkan energi listrik.

“Maka, yang sudah disediakan harus dimanfaatkan,” ucapnya.

Menurut dia, wilayah kampung Cirendeu potensinya harus dikembangkan serta dipertahankan seperti, mengembangkan daya saing daerah melalui keparawisataan dengan berbasis budaya.

Untuk mempertahankan 4 prinsip dasar dari Undang-undang kekhasan daerah. Lanjut dia, sangat tidak mungkin Kota Cimahi dijadikan seperti Kota Bandung.

“Dari keempat prinsip dasar itu, suatu wilayah harus demokratis, memiliki keadilan, pemerataan dan yang terpenting kekhasan karena setiap daerah harus memiliki kekhasan atau ciri khas,” pungkasnya.

(gat)

loading...

Feeds