Pesan Cinta dari Pameran Pernikahan La Novia

La Novia Wedding Exhibition (Nur Fidhiah Shabrina, Radar Bandung)

La Novia Wedding Exhibition (Nur Fidhiah Shabrina, Radar Bandung)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – ‘La Novia’ diambil dari bahasa Spanyol yang berarti ‘The Bride’ dalam bahasa Inggris. Meski mengupas sisi kecantikan, keindahan, bahkan keanggunan seorang pengantin wanita, La Novia Wedding Exhibition nyatanya tak hanya menjadi wadah informasi untuk calon mempelai wanita.

Sederet vendore profesional yang berhubungan dengan kelengkapan calon mempelai pria, bahkan fasilitas untuk berbulan madu pun menjadi salah satu tawaran yang mampu memanjakan para calon pengantin.

Dihelat di Trans Conventin Centre (3rd floor) dan Trans Grand Ballroom (2nd floor), acara pameran pernikahan yang sudah digelar ke lima kalinya ini sukses memuaskan para calon pasangan yang sedang mencari vendor-vendor pernikahan sesuai dengan budget dan keinginan.

Touch Production ‘La Novia The Wedding Exhibition’, Hanna Shofia, bersyukur kegiatan ini menjadi salah satu acara yang selalu ditunggu oleh para calon pengantin yang sedang mencari keperluan pernikahannya.

La Novia Wedding Exhibition (Nur Fidhiah Shabrina, Radar Bandung)

“La Novia berusaha memberikan wadah sempurna bagi calon-calon mempelai untuk mencari professional vendor yang paling sesuai dengan konsep pernikahannya,” ujarnya saat ditemui dalam pameran yang sudah berlangsung pada 16-18 Maret 2018.

Sekira ada 200 tenant yang ada dalam pameran tersebut. Mulai dari kebaya pengantin dan busana batik, gaun dan jas pengantin, make up, wedding organizer, music entertainment, catering, venue, photo videography, dekorasi, dan lain sebagainya.

“Trend wedding yang saya lihat itu sekarang lebih simple. Mereka ingin sebuah pernikahan yang simple, gak banyak undang orang, lebih intim dengan para undangan, kira-kira hanya 200 orang saja,” sambungnya.

Dalam acara itu juga, bukan hanya wedding internasional tapi juga tradisional yang masih banyak dicari orang.

“Tak lupa akan akar budaya Indonedia, La Novia juga menancapkan tonggak pelestarian budaya dan seni baik tari, musik, maupun desain kebaya bahkan batik. La Novia berusaha memberikan wadah kepada para pebisnis ‘Tradisional Wedding’ untuk terus maju mensejajarkan diri dengan pernikahan Internasional dengan tetap memelihara tradisi budaya bangsa ini,” tuturnya.

“Sekarang itu Internasional bisa digabung dengan Tradisional. Walaupun konsepnya internasional, tapi pasti ada sedikit corak Indonesianya, seperti aksen batik di pakaiannya,” imbuhnya.

Dengan tema ‘Galura Kinasih’ atau gelora asmara, Hanna ingin La Novia menjadi pesan cinta pihak penyelenggara kepada para calon-calon mempelai.

“Kehidupan cinta dua anak manusia selalu lekat dengan gelora asmara. Namun berselang sekian tahun setelah pernikahan, kadang percik cinta itu malah pudar dimakan waktu,” pungkasnya.

“La Novia di ulang tahunnya yang ke-10, ingin terus menjadi ajang yang menumbuhkan gelora asmara dan menggulirkan semangat untuk menjadi tempat pertemuan antara vendor-vendor pernikahan terbaik di kota Bandung, dan para calon mempelai.”

(cr2)

loading...

Feeds

Jelang Ramadan, yang Baru di J&C Cookies

Mendekati bulan Ramadan 2018, toko kue yang rencananya akan membuka cabang pertamanya di negara tetangga, Singapura, juga mengeluarkan varian terbarunya …