Ribuan Warga Antusias Pawai Obor Bandung Lauatan Api

Ribuan pelajar dan masyarakat mengikuti pawai obor memperingati peristiwa bersejarah Bandung Lautan Api, di Jalan Dewi Sartika, Kota Bandung, Jumat (23/3) malam. (RIANA SETIAWAN/RADAR BANDUNG)

Ribuan pelajar dan masyarakat mengikuti pawai obor memperingati peristiwa bersejarah Bandung Lautan Api, di Jalan Dewi Sartika, Kota Bandung, Jumat (23/3) malam. (RIANA SETIAWAN/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Sebanyak 5.000 warga Bandung menyemut di Monumen Bandung Lauatan Api, Tegalega, untuk memeringati peringatan heroik Bandung Lautan Api (BLA) ke-72, Jumat (23/3) malam.

Mereka berjalan kaki sambil membawa obor menempuh jarak sekitar 3 kilometer menuju Balai Kota Bandung. BLA merupakan peristiwa di mana kota Bandung dibakar demi menghindari pendudukan kembali oleh kolonial Belanda.

Kepala Bidang (Kabid) Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Aswin Sulaeman mengatakan, pawai obor ini merupakan bentuk penghormatan perjuangan warga Kota Bandung yang membakar rumah agar tak dikuasai penjajah pada 24 Marer 1946.

“Kurang lebih ada sekitar 5.000 warga yang ikut pawai ini. Ini tonggak sejarah bagi kami (warga Bandung) untuk mengenang pengorbanan dan perjuangan zaman dahulu,” ucap Aswin.

Peringatan BLA juga dilakukan oleh jajaran Pemerintah Kota Bandung. Pagi hari, pejabat Pemkot Bandung serta forum komunikasi pimpinan daerah berziarah ke makam pahlawan.

Ribuan pelajar dan masyarakat mengikuti pawai obor memperingati peristiwa bersejarah Bandung Lautan Api, di Jalan Dewi Sartika, Kota Bandung, Jumat (23/3) malam. (RIANA SETIAWAN/RADAR BANDUNG)

“Kami mulai dengan ziarah ke Taman Makam Pahlawan, Cikutra. Kami juga mengundang seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama ziarah,” ungkap Aswin.

Pantauan di lapangan, ribuan warga yang mayoritas pelajar antusias memperingati moment bersejarah itu. Ribuan obor yang menyala membuat jalanan Kota Bandung seketika memerah. Selain itu, parade mobil hias dari perwakilan para pelajar juga turut memeriahkan pawai.

“Saya senang bisa ikut terlibat di acara ini,” ucap salah seorang pelajar, Risna Kumalasari.

Risna mengaku, peringatan BLA bukan sekadar pawai obor atau upacara bendera semata, jauh dari itu dirinya mengharapkan apa yang dicita-citakan dan pengorbanan yang diberikan para pahlawan dulu bisa dilanjutkan oleh generasi saat ini.

“Ya’ kami menghargai jasa warga Bandung saat peristiwa BLA dulu. Sekarang, kami (pelajar) harus meneruskan cita-cita mereka (pahlawan) untuk lebih baik lagi sebagai calon penerus bangsa yaitu dengan belajar,” paparnya.

Sementara itu, Kasatlantas Polrestabes Bandung, AKBP Agung Reza mengatakan, dalam pelaksanaan pawai obor BLA tidak ada pengalihan arus lalu lintas, hanya mnggunakan sebagian jalan atau rute yang sudah ditentukan sebelumnya.

“Pengalihan enggak ada, hanya penutupan sementara saja,” kata Agung saat dihubungi JawaPos.com, Jumat (23/3).

Perihal rute pawai Obor BLA yakni dari Tegallega, Mohamad Toha, Dalem Kaum Alun-Alun Timur, Asia Afrika, Banceuy, Cikapundung, BRAGA, Perintis Kemerdekaan, dan berakhir di Balai Kota Bandung.

“Kita hanya kanalisasi saja untuk pejalan kakinya kan mereka di sisi kiri yah jadi untuk lalulintas tetap berjalan,” ujarnya.

Saat ini arus lalu lintas lancar, tapi kemungkinan ada kepadatan di daerah Asia Afrika dan di Wastukencana. Karena di titik tersebut para pejalan kaki melakukan penyerbangan.

(ona/JPC/gat)

loading...

Feeds