Satgas Pangan Mabes Polri Waspadai Kelangkaan Pangan di Bulan Ramadan

Kepala Satgas Pangan Polri Irjen Setyo Wasisto (AZIZ ZULKHAIRIL/RADAR BANDUNG)

Kepala Satgas Pangan Polri Irjen Setyo Wasisto (AZIZ ZULKHAIRIL/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com – Semenjak terbentuk 2017 lalu, Satuan Tugas (Satgas) pangan polri baru menangani 4,700 masalah pangan dan non-pangan.

Kepala Satgas Pangan Polri Irjen Setyo Wasisto menjelaskan, 4,700 kasus berada di daerah Jawa dan Sumatera, seperti di Kota Magelang, ada satu upaya pembinaan menjual beras yang tidak sesuai dengan keriteria yang tertulis.

“Ada beras premirun biasa yang dijual harga tinggi maka kita lakukan rundingan terlebih dahulu,” kata Setyo di hotel Le Royal, Jalan Merdeka, Kota Bandung, Jumat (23/3).

Komoditi pelanggaran paling banyak adalah beras, yang dijual melalui banyaknya sepekulan-spekulan yang tercecer di mana-mana.

Kemudian Setyo menjelaskan, tugas pokok satgas pangan adalah mengawasi dalam institusi tapi ketika di tingkat produksi ada penyimpangan dan melanggar hukum, maka tetap akan ditindak.

“Yang perlu kita sampaikan, kita melakukan pemantauan yang lebih penting adalah stabilitas harga,” ujarnya.

Setyo mengatakan, harga menjadi pengting ketika stok atau produksi cukup. Jika sampai tingkat harga di tingkat konsumen terlalu jauh dengan harga produksi, bisa dipastikan terjadi hal yang tidak diinginkan.

“Jadi semua komuditas yang jadi konsen pemerintah adalah tingkat distribusinya,” ungkapnya.

Kata Setyo, satgas pangan menangani 11 komoditas pangan. Terutama menjelang Ramadan, ada beberapa hal yang perlu diwaspadai.

“Nanti akan saya sampaikan juga kemungkinan yang akan terjadi pas bulan puasa sudah kita prediksi,” tuturnya.

Lanjut Setyo, pengawasan seperti daging, ayam dan telur yang saat ini mengalami penurunan harga. Belum lagi dengan adanya isu telor palsu yang sangat merugikan peternak.

“Kalau tidak makan telur generasi kita nanti kurang asupan, protein murah adalah telur dan ayam, harganya bersahabat,” sambungnya.

Disinggung mengenai daerah mana saja  yang kerap rawan pada saat bulan Ramadan, menurut Setyo, hampir di seluruh Indonesia sangat rawan. Sebab, semua komoditi langka, sehingga satgas pangan waspada di semua wilayah.

“Biasanya kita nanti ada pertemuan seluruh satgas daerah, kita konsokidasi tentang pangan,” pungkasnya.

(cr3)

loading...

Feeds