Buruh Desak Pemkab Lakukan Pencabutan Izin Perusahaan Nakal

Ratusan buruh dari Keluarga Sarikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kabupaten Bandung unjuk rasa di Pemkab Bandung

Ratusan buruh dari Keluarga Sarikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kabupaten Bandung unjuk rasa di Pemkab Bandung

POJOKBANDUNG.com – Ratusan buruh yang tergabung dalam Keluarga Sarikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kabupaten Bandung, mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung untuk segera melakukan pencabutan izin operasional perusahaan nakal.

Tuntutan tersebut disampaikan dalam agenda unjuk rasa di Komplek perkantoran Pemkab Bandung di Soreang, Kamis (22/3).

Ketua Komisi A  Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bandung Cecep Suhendar mengatakan,  aksi unjuk rasa yang dilakukan lebih dari 400 orang tersebut berawal dari kebijakan PT. Panasia Indo Resources yang semena-mena dan sangat tidak manusiawi terhadap karyawannya.

Kemudian, lanjut dia, perusahaan tidak membayarkan upah sekitar 5 bulan dengan aturan yang tidak masuk akal.

“Kita akan mendorong pemerintah untuk segera menindaklanjutinya. Unjuk rasa salah satu gerakan moral, yang dilakukan oleh SPSI, sebagai solidaritas terhadap sesama karyawan. Dalam hal ini dan dewan harus mengintervensi agar dilakukan investigasi oleh dinas terkait,  karena dewan tidak bisa masuk ke ranah teknis perusahaan tersebut,” ungkap Cecep Suhendar dihadapan 25 orang perwakilan buruh saat penerimaan audiensi.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, tuntuan buruh dalam aksi  unjuk rasa tersebut yakni penegakan peraturan hukum ketenagakerjaan dengan seadil-adilya, pencabutan izin operasional perusahaan nakal, yang tidak menjalankan sesuai aturan perundang-undangan yang merugikan masyarakat pekerja.

“Khusus untuk PT Panasia Indo Resources diminta agar Pemerintah Kabupaten Bandung turun tangan menyelesaikan permasalahan tenaga kerja di perusahaan tersebut dengan mengambil langkah cepat dan tepat, agar pekerja dapat menerima hak sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” ungkapnya.

Jika sudah dilakukan invenstigasi kata Cecep,  hasilnya agar dilaporkan kepada dewan, sebagai bahan rekomendasi kepada Bupati Bandung. Nantinya akan ada solusi, apakah ditempuh secara hukum atau benar-benar dilakukan pencabutan izin operasional bagi perusahaan nakal, baik PT. Pan Asia maupun Perusahaan lain yang menerapkan aturan seenaknya pada buruh Kabupaten Bandung.

“Kami harap Disnaker segera membentuk tim investigasi bagi perusahaan nakal. Kami juga akan merekomendasikan Kepada Bupati untuk mencabut semua izin perusahaan. Tidak hanya Pan Asia,  semua perusahaan yang tidak memperlakukan karyawannya dengan baik dan sesuai dengan aturan, kita akan evaluasi semua,” tegas Cecep didampingi anggota Komisi D DPRD Kab.Bandung Agus Samsul Wahid.

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Hubungan  Industrial Disnaker Kabupaten Bandung Endang Suryaman  menjelaskan, bahwa Disnaker sudah berupaya mengawal laporan buruh dan memberikan sejumlah anjuran.

Mediasi juga, lanjut Endang sudah dilakukan sebanyak 3 kali, dengan menghadirkan kedua belah pihak, namun hasilnya tidak ada penyelesaian.

“Untuk tindaklanjut kasus ini, kami sudah memediasi dengan bipartite (kedua belah pihak) yakni pekerja dan pengusaha. Bahkan kami berikan anjuran , jika dalam 10 hari setelah mediasi tidak ada itikad baik, kami anjurkan untuk menyampaikannya ke ranah hukum,” ungkap Endang.

Disnaker Kabupaten memiliki fungsi pembinaan bagi para perusahaan, kata dia, sedangkan untuk fungsi pengawasan, ada pada wewenang Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Barat.

Pihaknya akan segera melakukan koordinasi untuk segera menyelesaikan permasalahan, khususnya menyisir perusahaaan yang tidak menjalankan aturan, juga mengenai pembentukan tim investigasi.

“Koordinasi ini akan mengefektifkan tugas dan fungsi pengawas ketenagakerjaan, khususnya di Kabupaten Bandung. Salah satu sasaran kami selanjutnya,  adalah memantau apakah penerapan upah minimum di daerah sudah terlaksana dengan baik di perusahaan, apakah soal keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan pekerja sudah baik dan banyak hal lagi,” pungkas dia usai aksi demo yang berjalan damai dan aman tanpa terjadi kericuhan itu.

(*)

loading...

Feeds