Bandung Gelap, Begini Tanggapan DPRD

PARADE CAHAYA: Ratusan mobil berhiaskan lampu melintas di Jalan merdeka, Kota Bandung, Minggu (9/10) Malam. Acara yang merupakan puncak  perayaan HUT Bandung ke 206 tahun tersebut dimeriahkan dengan parade light festival bertemakam robot galatica.

PARADE CAHAYA: Ratusan mobil berhiaskan lampu melintas di Jalan merdeka, Kota Bandung, Minggu (9/10) Malam. Acara yang merupakan puncak perayaan HUT Bandung ke 206 tahun tersebut dimeriahkan dengan parade light festival bertemakam robot galatica.

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung telah menyiapkan dana sebesar Rp24 miliar untuk pengadaan PJU di Kota Bandung.

Sekretaris Komisi C DPRD Kota Bandung, Rendiana Awangga mengatakan, sebelumnya pada kepemimpinan Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, telah mencanangkan sebuah program Bandung Caang Baranang yang ditaksir menghabiskan dana sebesar Rp 700 miliar.

Rendiana menilai, dana untuk memenuhi kebutuhan pengadaaan PJU di Kota Bandung tidak perlu memerlukan uang sebanyak Rp 700 miliar.

Menurutnya, kebutuhan PJU Kota Bandung yang ditargetkan mencapai sekira 80 ribu PJU, hanya membutuhkan dana sebesar Rp 24 miliar saja.

“Rp24 miliar itu sudah cukup untuk memenuhi targetan pengadaan PJU Kota Bandung yang sekarang jumlahnya baru mencapai sekira 39 ribuan, berarti sisanya 40 ribuan PJU lagi yang harus segera direalisasikan,” terangnya kepada Radar Bandung di Gedung DPRD Kota Bandung, Jalan Sukabumi, baru-baru ini.

Baca Juga: Warga Keluhkan Bandung Gelap, Rawan Kecelakaan

Rendiana menjelaskan, DPRD sebelumnya telah menolak memberikan surat persetujuan ajuan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) PJU yang diajukan Pemkot Bandung.

Menurutnya, penolakan tersebut terjadi karena skema tahun jamak yang bakal diterapkan dalam proyek KPBU ini dinilai akan membebani Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), bahkan surat balasan untuk Pemkot pun sudah diberikan.

Hal tersebut juga terkait dengan isi Peraturan Presiden nomor 38 tahun 2015 tentang Kerjasama Pemerintah Dengan Badan Usaha Dalam Penyediaan Infrastruktur.

“Kita lihat waktu itu usulan dana yang dibutuhkan Pemkot Bandung sebesar Rp 700 miliar. Terlalu menghambur-hamburkan uang saja,” jelasnya.

Selain itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Bandung, Arif Prasetya mengatakan, kebutuhan pengadaan PJU dikatakan dia memang sangat penting.

Sebab, di antara ruas-ruas jalanan kota Bandung, baik jalan kota, provinsi, dan nasional masih terdapat PJU yang belum terpasang atau pemasangannya belum ideal.

”Jarak ideal sekitar 50 meter jauhnya masing-masing PJU,” terangnya kepada Radar Bandung melalui saluran telepon.

Lanjutnya, ketersediaan PJU dapat pula meminimalisir kejadian kriminial di tempat-tempat yang gelap.

Dia mencontohkan ada kejadian-kejadian terdahulu di Kota Bandung misal di Dago, lampunya belum diganti di sana dan sempat ada penodongan, termasuk di Ganesha, di Karees juga ada.

“Mungkin itu yang terekspos, jadi memang kondisi gelap itu lebih rawan,” terangnya.

Dia menjelaskan dalam proses pengadaannya nanti, sebanyak 39 ribu JPU yang sudah ada rencana lampunya akan diganti dari asalnya lampu berbahan sodium menjadi lampu dengan memakai teknologi Light-Emitting Diode atau LED.

Arif mengatakan, akan melakukan perbaikan terlebih dahulu pada PJU-PJU yang sudah ada lalu akan melanjutkan penambahan PJU di titik-titik lainnya yang memang masih dianggap minim pencahayaan jalannya.

”Kita utamakan ganti jadi jenis lampu Light Emitting Diode (LED), karena ramah lingkungan dan juga hemat energi dan lain-lain,” pungkasnya.

(Cr1)

loading...

Feeds