Waduh! Bandung Banyak Kehilangan Mata Air

Salah satu mata air di Bandung (Mur/Radar Bandung)

Salah satu mata air di Bandung (Mur/Radar Bandung)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Akibat tidak dijaga dengan baik, Kota Bandung banyak kehilangan mata air. Dari sekitar 300 titik mata air, tinggal sekitar 170 titik yang aktif.

“Sekarang banyak seke (mata air) yang dikuasai pribadi,” ujar Ketua Forum Jaga Seke Sunda, Dadang Abdul Haris.

Salah satu contohnya, Dadang mengatakan titik yang sekarang digunakan bangunan Apartemen Pullman,yang letaknya di dekat Gedung Sate.

Menurutnya, itu merupakan salah satu mata air di Kota Bandung yang airnya sangat besar. Namun, sekarang di atasnya berdiri bangunan komersil, sehingga tidak bisa dimanfaatkan warga.

“Padahal, air yang dihasilkan mata air di Pullman itu sangat banyak. Tidak mungkin habis kalau untuk konsumsi sendiri, pasti airnya meluber ke tempat lain,” katanya.

Untuk itu, lanjut Dadang, kini pihaknya berusaha agar Seke yang ada bisa dinikmati oleh masyarakat. Setidaknya untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat, sehingga tidak bergantung kepada air kemasan.

Dadang berharap, Pemkot Bandung bisa membuat perda yang mengaturnya, meskipun seke sudah dikuasai swasta, namun tetap bisa dimanfaatkan masyarakat umum.

“Hal ini sesuai dengan amanat undang-undang,” katanya.

Disinggung, berapa jumlah petugas jaga seke, Dadang mengatakan, karena bentuknya forum, semua anggota bertanggung jawab untuk menjaga seke.

Menurut Dadang tidak ada honor khusus yang diterima oleh petugas jaga seke. Bahkan bantuan dari Pemkot Bandung juga tidak ada.

“Untuk masalah anggaran kami hanya mengandalkan CSR, para dermawan atau pihak ketiga yang mau membantu. Jadi kami tidak mengandalkan proposal,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pertamanan di Perumahan Kawasan Pemukiman, Pertanahan dan Pertamanan (DPKP3) Kota Bandung Iwan Sugiono membenarkan, banyak seke yang dimiliki oleh pribadi.

“Seharusnya, kita memang menganggarkan untuk mengambil alih kepemilikan. Sehingga lahan seke yang asalnya milik swasta bisa dikuasai Pemkot,” katanya.

Dari banyak seke yang  terdapat di Kota Bandung, salah satunya yang berada di daerah hutan kota adalah seke Babakan Siliwangi yang terdapat di wilayah Forest Walk Babakan Siliwangi, Kelurahan Lebak Siliwangi, Kecamatan Coblong, Bandung

Menurut Sekretaris Lurah Lebak Siliwangi Budi Rukwana, seke Babakan Siliwangi sudah lama ada, terhitung sejak tahun 70-an seke Babakan Siliwangi sudah mulai dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar.

“Kalau seke yang di sini sudah lama, kalau tidak salah sejak tahun 70-an sudah dimanfaatkan oleh masyarakat sini. Dulu sempat digunakan oleh perusahaan air minum Ganesha, namun karena debit airnya kecil jadi sudah tidak digunakan lagi,” ujarnya.

Sayangnya, kata Budi, kesadaran masyarakat dalam menjaga seke di kawasan Babakan Siliwangi ini masih rendah.

“Masih banyak pengunjung Baksil yang tidak menjaga kebersihan seke. Mereka membuang sampah plastik, seperti bekas minuman,” paparnya.

Namun, kini ada pasukan Gober yang membantunya untuk membersihkan seke dari sampah-sampah.

Sementara tugas petugas jaga seke, adalah menjaga agar seke tidak digunakan untuk hal-hal yang tidak semestinya.

“Memang selama ini tidak ada kejadian warga yang menggunakan seke untuk hal-hal tidak semestinya. Namun kita tetap harus berjaga-jaga,” tegasnya.

(mur)

loading...

Feeds