Pemilih Pemula di Jabar Capai 10 Juta

Ketua KPU Jabar, Yayat Hidayat (M Gumilang/Radar Bandung)

Ketua KPU Jabar, Yayat Hidayat (M Gumilang/Radar Bandung)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Total jumlah Daftar Pemilih Sementara (DPS) untuk Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat (Jabar) mencapai 31.708.330 juta.

Data itu hasil penetapan KPU Jabar pada acara Rapat Pleno terbuka Rekapitulasi DPS pada Pilgub Jabar 2018 di Aula Setia Permana Jalan Garut, Bandung, akhir pekan lalu.

KPU Jabar menetapkan, para pemilih terdiri atas 15.941.296 laki-laki dan 15.767.034 perempuan. Para pemilih tersebar di 627 kecamatan, 5.957 desa atau kelurahan, dan akan memilih di 74.944 Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Ketua KPU Jabar, Yayat Hidayat menjelaskan, dari total 31,7 juta pemilih sementara, 30 persen di antaranya berstatus sebagai pemilih pemula dan pemilih pemula sekira 10 juta atau 30 persen.

Jumlah pemilih pemula juga diprediksi bakal bertambah menjelang pencoblosan. Apalagi, pemerintah mengeluarkan kebijakan baru bagi warga yang akan berusia 17 tahun sebelum atau saat pencoblosan pada 23 Juni nanti bisa membuat KTPlebih awal agar bisa memberikan hak pilihnya.

“Pentapan paling cepat bulan April. Menjelang pencoblosan biasanya ada penambahan tapi tidak signifikan, hanya ribuan,” ujar Yayat kepada Radar Bandung.

Yayat mengatakan, data pemilih penyandang disabilitas diperlukan untuk pemetaan logistik, karena berkaca pada Pilgub 2013 lalu masih banyak kebutuhan mereka yang mubadzir atau tidak terdistribusikan dengan baik.

“Khusus pemilih disabilitas belum ditetapkan karena dinilai masih belum lengkap ” terangnya.

Ada pun kendala yang dihadapi saat melakukan Pencocokan dan Penelitian (Coklit), menurut Yayat antara lain kesulitan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) mengakses lokasi-lokasi tertentu seperti Al Zaitun di Kabupaten Indramayu.

“Kami mendorong KPU dan Panwaslu setempat melakukan koordinasi dan mengkomunikasikan kewajiban tersebut kepada para pihak terkait,” ujarnya.

Yayat mengaku KPU Jabar harus melakukan evaluasi kepada seluruh KPU Kabupaten Kota se-Jawa Barat.

“Dalam konteks DPS yang penting para petugas mengakui adanya permasalahan dan ada komitmen untuk memperbaiki,” ungkapnya.

Yayat menjelaskan, salah satu evaluasi yang dilakukan dalam penyusunan DPS adalah dengan menggelar pelatihan. Dia beralasan digelarnya pelatihan penyusunan DPS yaitu agar penetapan jumlah DPS sukses terlaksana.

“Target penyelenggara Pemilu itu, lebih dari 25 juta pemilih ditetapkan dalam DPS dalam Pilgub Jabar,” pungkasnya.

(Cr1)

loading...

Feeds