Kanwil DJP Jabar I: Edukasi Wajib Pajak Harus Disosialisasikan Sejak TK

Kepala Kanwil DJP Jawa Barat 1, Yoyok Satiotomo, di acara 'Bincang-Bincang Mudahnya Urus Pajak Bersama Ditjen Pajak dan IKPI', di Plaza Trans Studio Mall

Kepala Kanwil DJP Jawa Barat 1, Yoyok Satiotomo, di acara 'Bincang-Bincang Mudahnya Urus Pajak Bersama Ditjen Pajak dan IKPI', di Plaza Trans Studio Mall

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jawa Barat I (Kanwil DJP Jabar I) bekerja sama dengan IKPI (Ikatan Konsultan Pajak Indonesia) menggelar kegiatan pelayanan masyarakat yang ingin mengurus keperluan perpajakan.

Hal itu dilakukan sekaligus untuk mensosialisasikan edukasi mengenai lapor pajak via online.

Kepala Kanwil DJP Jawa Barat 1, Yoyok Satiotomo, menjelaskan banyak masyarakat yang belum paham mengenai lapor pajak melalui e-filling.

“Memang masih ada yang belum sadar tetapi ternyata yang saya temui dilapangan itu belum ngerti,” ucapnya di temui dalam acara ‘Bincang-Bincang Mudahnya Urus Pajak Bersama Ditjen Pajak dan IKPI’, bertempat di Plaza Trans Studio Mall, Selasa (20/3).

“Mereka belum ngerti gimana caranya lapor spt via e-filling dan bayar pajak via e-billing,” lanjutnya.

Selain itu, lebih lanjut Yoyok mengatakan seharusnya edukasi mengenai wajib pajak harus mulai disosialisasikan sejak duduk di bangku Taman Kanak-Kanak.

“Dari TK harusnya sudah masuk kurikulum, ya di selipkan dalam pelajaran seperti contoh soal ‘Ibu pergi ke pasar, lalu pulangnya mampir ke Bank untuk bayar pajak’, jadi anak-anak sudah mulai mengenal apa itu pajak sejak dini,” ungkapnya.

Ia juga menganggap bahwa tanggung jawab untuk mensosialisasikan wajib pajak ini buoan semata-mata hanya tugas Dirjen Pajak tapi juga pemerintah dan masyarakat sekitar yang paham bagaimana pentingnya pajak untuk pembangunan di Indonesia.

“Karena kalau soal pajak, semuanya ada hasil dari kita membayar pajak. Jika menemukan jalanan yang bagus dan tidak berlubang, itu kan dari pajak uangnya. Semuanya harus bahu membahu untuk kemajuan Indonesia,” tambahnya.

Tidak ada target angka untuk pelaporan spt atau pembayaran pajak, tetapi pihak Dirjen Pajak selalu bekerja untuk terus mensosialisasikan program tersebut, khususnya kepada UMKM dan pelaku bisnis.

Tak terkecuali, para pejabat dan tokoh agama. Pada acara itu juga diberikan pelayanan untuk cetak ulang NPWP, pembuatan e-fin, pembuatan id billing, lapor SPT via e-filling, bayar pajak via e-billing, dan konsultasi perpajakan.

Masyarakat yang datang pun tidak dipungut biaya sepeser pun untuk mendapatkan pelayanan tersebut.

“Semoga dengan adanya kegiatan ini, masyarakat bisa terbantu dan tidak perlu lagi lapor pakai kertas atau datang ke kantor, cukup datang dan ambil no antrian. Kedepannya juga ada website onlie yang lebih memudahkan mereka,” tutupnya.

(cr2)

loading...

Feeds