Wujud Empati, DWP Kabupaten Bandung Bantu Korban Banjir

Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Bandung Ai Marlan beserta para isteri Aparatur Sipil Negara (ASN) mengunjungi dan memberikan sejumlah bantuan berupa sembako kepada korban banjir di Kecamatan Dayeuhkolot.

Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Bandung Ai Marlan beserta para isteri Aparatur Sipil Negara (ASN) mengunjungi dan memberikan sejumlah bantuan berupa sembako kepada korban banjir di Kecamatan Dayeuhkolot.

POJOKBANDUNG.com – Setelah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung menetapkan status tanggap darurat bencara dari 15 sampai 21 Maret 2018, Wakil Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Bandung Ai Marlan beserta para isteri Aparatur Sipil Negara (ASN) mengunjungi dan memberikan sejumlah bantuan berupa sembako kepada korban banjir di Kecamatan Dayeuhkolot.

Kunjungan tersebut merupakan bentuk empati DWP terhadap para korban banjir.

“Kegiatan ini adalah bentuk rasa peduli dari kami DWP terhadap warga yang menjadi korban bencana banjir. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan serta bermanfaat bagi kebutuhan mereka sehari-hari,” ungkapnya saat ditemui di Kantor Kecamatan Dayeuhkolot, Senin (19/3).

Isteri Asisten Ekonomi dan Kesejahteraan (Ekjah) Kabupaten Bandung ini juga menyebut aksi sosial tersebut muncul dari rasa sabilulungan.

“Sebagaimana motto Kabupaten Bandung Sabilulungan, kami turut merasakan apa yang menjadi kesulitan warga,” tandas Ai Marlan.

Sementara itu di tempat yang sama Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Akhmad Djohara menginformasikan data kebencanaan per hari Senin 19 Maret 2018 pukul 08.00 WIB, bahwa di sejumlah daerah yang sebelumnya terendam banjir mulai surut.

“Menurut data lapangan yang kita himpun, dua kelurahan di Kecamatan Baleendah mulai mengalami penyurutan volume air. Hal yang sama juga terjadi di kecamatan Dayeuhkolot, dimana dua desa dan satu kelurahan, serta satu desa di Kecamatan Bojongsoang mengalami penurunan volume air,” terangnya.

Akhmad Djohara juga menambahkan hanya beberapa desa di tiga kecamatan tersebut yang masih tergenang air dengan ketinggian rata-rata berkisar 10 sampai 50 sentimeter. Kalak BPBD juga menyebutkan jumlah pengungsi yang ada di dua kecamatan.

“Ada beberapa desa yang masih tergenang, dan ketinggiannya berkisar 10 sampai 50 cm. Jumlah pengungsi di Kecamatan Baleendah sebanyak 130 KK (Kepala Keluarga), 409 Jiwa, 64 lansia, 33 balita, 4 ibu hamil, 7 ibu menyusui dan 29 anak-anak,” urainya.

Sedangkan jumlah pengungsi di Kecamatan Dayeuhkolot sebanyak 115 KK, 362 jiwa, 36 lansia, 3 ibu hamil, 6 ibu menyusui, 34 balita, dan 86 anak-anak. Sementara itu di Kecamatan Baleendah , menurut pantauannya, sudah tidak ada pengungsi.

(*/men/pojokbandung)

loading...

Feeds