Sikapi Media Sosial, buat Saja Konten yang Bagus, Nanti Juga Uang Akan Datang Sendiri

Talkshow 'Socmed for Lyfe', di Gedung Indonesia Menggugat (Nur Fidhiah Shabrina, Radar Bandung)

Talkshow 'Socmed for Lyfe', di Gedung Indonesia Menggugat (Nur Fidhiah Shabrina, Radar Bandung)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Media sosial sangat berpengaruh dalam kehidupan sehari-hari. Ini dirasakan Ferrian Reynaldi, salah salah satu influence media sosial.

Ferrian menggunakan Instagram sebagai tempat untuk menyalurkan hobi fotonya. Sejak SMP, pemilik akun @adaptasi ini sudah tertarik dengan sesuatu yang berbentuk gambar lalu mulai foto menggunakan gadget pertamanya.

“Pakai BlackBerry waktu itu, belum secanggih kamera hp sekarang,” ucapnya saat mengisi Talkshow ‘Socmed for Lyfe’, di Gedung Indonesia Menggugat, akhir pekan lalu.

Ferrian mengatakan kini sosial media benar-benar sudah bisa mempersentasikan siapa dirinya tanpa tahu dunia aslinya.

“Kita bisa tahu, oh dia suka jalan-jalan nih, keliatan dari foto kegiatannya yang sedang travelling. Jadi tanpa kita kenal dia pun, sudah tau apa kegemaran dan siapa dirinya itu,” jelasnya.

Menurutnya, The Power of Socmed sangat memberikan pengaruh dalam kehidupan sehari-hari. Padahal lima tahun kebelakang, perkembangan sosial media belum sebesar sekarang.

“Sosial media khususnya Instagram benar-benar memberi impact yang luar biasa, contohnya kemarin ada orang tersesat di gunung, kemudian dia bikin story di Instagram. Dalam hitungan jam, bisa langsung ketemu.

Itu membuktikan kalau semua orang kini gak bisa lepas dari yang namanya media sosial loh, cukup dengan viralkan aja suatu konten, pasti langsung booming,” sambungnya.

Melihat besarnya pengaruh sosial media, membuat beberapa oknum memanfaatkannya untuk menyebarkan informasi hoax. Hal itu ditanggapi Ferrian sebagai konsekuensi dari media sosial yang memiliki pengaruh besar.

“Apa pun bentuknya sosial media pasti ada efek negatifnya, orang-orang yang memanfaatkan medsos untuk menyebarkan hate speach juga termasuk. Tapi balik lagi bagaimana kita menyikapinya, apakah kita akan menjadi orang-orang sumbu pendek yang akan langsung menelan mentah-mentah informasi tersebut atau menjadi netizen pintar yang terlebih dahulu mencari kebenarannya,” tuturnya.

Dampak dari informasi hoax tersebut, lanjut Ferrian, akan menggiring opini publik masyarakat sehingga menyebabkan info tersebut viral tanpa lebih dulu dilihat kebenarannya. Terakhir, Ferrian mengatakan untuk memulai membuat konten menarik di sosial media adalah tentukan dulu identitas yang ingin dibangun.

“Fokus di satu bidang, kamu mau dilihat sebagai apa di medsos. Kalau mau sebagai fotografer, ya sudah jadikan instagram sebagai portofolio online dan mulai pelajari akun-akun yang sudah berkarya lebih dulu. Lihat bagaimana cara mengelola akun, kontennya apa saja, dan segala macam,” ungkapnya.

Ia pun menghimbau untuk jangan pernah mengorientasikan uang bila mau menjadi sosial media influence.

“Buat saja konten yang bagus, nanti juga uang yang akan datang sendiri. Contohnya artis Hamish Dawd, di akun Instagramnya dia fokus dengan satu konten foto tentang menyelam. Dia buat foto yang bagus, melalui caption-caption memberi pengetahuan juga tentang menyelam dan semuanya, akhirnya ada brand yang mensposori dia, karena kontennya yang bagus.”

Totalitas, loyalitas, dan komitmen, tiga kata yang harus dimiliki apabila mau memulai untuk menjadi sosial media influence. “Selama kita berkarya, kita akan menemukan panggung sendiri,” tutupnya.

Acara ‘Sosmed for Lyfe’ diselenggarakan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Bandung angkatan 2015.

Selain Ferrian Reynaldi, ada juga Qorygore, seorang kreator video yang fokus dalam konten seperti musik, review video, walkthrough games, dan vlog.

Dengan jumlah subscriber mencapai 300 ribu, acara ini sukses membuat penonton yang datang terhibur dengan lawakan-lawalan ‘nakalnya’.

(cr2)

loading...

Feeds