Modifikasi Kenalpot Boleh-boleh Saja, Asal….

pelanggaran

pelanggaran

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Polrestabes Kota Bandung menginginkan pengguna kendaraan bermotor memodifikasi kenalpot tidak keluar standar aturan.

Kasatlantas Polrestabes Bandung, AKBP Agung Reza menjelaskan, penggunaan kenalpot sesungguhnya sudah ada dalam aturan undang-undang dan peraturan mentri lingkungan hidup.

“Sesuai uu nomor 22 tahun 2009 yang menekankan, pada itinya ada ambang kebisingan,” ujarnya saat ditemui Radar Bandung di Bali kota Bandung, Jalan Wastukencana, Kota Bandung, Selasa (13/3).

Lanjut Agung, saat ini Polrestabes sudah mempunyai alat khusus untuk mendeteksi aturan level bising kenalpot para pengendara kendaraan bermotor di Kota Bandung.

“Karena kita menggunakan alat sound level itu untuk menilai, jadi kita sekarang punya levelnya,” ungkapnya.

Menurut Agung, saat ini banyak masyarakat yang bertanya, cara kepolisian mengetahui suara kenalpot bising atau tidak dinilai dari mana, jika motor digas pada level tertentu secara langsung alat tersebut mengetahui tingkat disabelnya.

“Tingkatannya macam-macam kita berpatokan bukan dari kebisingan, tapi juga dari cc motor, karena setiap cc kan berbeda, partnya juga berbeda,” sambungnya.

Untuk di Kota Bandung, kata Agung, tidak hanya melibatkan instansinya saja, melainkan ada Dinas Perhubungan dan relawan lalulintas. Untuk tingkat kebisingan, termasuk kenalpot bising, ia mengklaim sudah mulai berkurang.

Pada prinsipnya, saat melakukan modifikasi, menurutnya, pihak berwajib tidak melarang, namun, harus tetap memperhatikan keamanan dan kenyamanan.

“Jadi bukan cuma untuk terlihat keren, harusnya untuk nyaman dan nyaman,” pungkasnya.

(cr3)

loading...

Feeds

Sandrina Pukau Warga Cianjur

‎Tahun ini Napak Jagat Pasundan (NJP) mengusung tema 'Keur Balarea', ada banyak konsep baru dan unik dalam pengemasannya dibandingkan tahun …