Melon Berbakteri, Saatnya Pilih Produk Pertanian Lokal

Foto ilustrasi. Melon. (Pixabay)

Foto ilustrasi. Melon. (Pixabay)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – ‎Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Bandung menyatakan melon yang beredar di Kota Bandung aman dari bakteri listeria monocytogenes.

Seperti diberitakan, wabah bakteri listeria terjadi di Australia. Bakteri ini diduga menyebar melalui buah melon rockmelon atau melon kuning.

Hal tersebut diungkapkan, Kepala Dispangtan Kota Bandung, Elly Wasliah dalam rapat pimpinan di Balai Kota Bandung, Senin (12/3).

Menurutnya, Kementerian Pertanian telah menutup keran impor rockmelon dari Australia melalui keputusan menteri pertanian nomor 207/Kpts/KR.040/3/2018.

Namun di luar itu, Elly memastikan, buah melon yang beredar di Kota Bandung merupakan produk lokal.

“Kita telah telusuri rantai distribusi buah-buahan yang beredar di Kota Bandung. Kalau di Kota Bandung seluruh melon yang beredar di pasar adalah produk lokal, tidak ada yang impor. Jadi, masyarakat tidak perlu khawatir terkena bakteri itu,” ujar Elly.

Penelusuran tersebut dilakukan untuk merespon kabar adanya bakteri Listeria monocytogenes di dalam melon kuning yang berasal dari Australia. Di negara asalnya, bakteri tersebut telah memakan empat korban jiwa.

Dispangtan Kota Bandung, lanjut Elly, langsung memantau ke lapangan untuk mengantisipasi wabah tersebut agar tidak menjangkit warga kotanya. Pihaknya pun yakin, melon yang beredar aman dari bakteri itu.

Elly menjelaskan, buah-buahan memang menjadi satu dari tujuh bahan pangan yang menjadi komoditas utama. Enam komoditas lainnya adalah beras, daging, ikan, sayur, telur, dan susu. Itulah alasan pihaknya sangat responsif terhadap isu tersebut.

Sementara itu, Pjs Wali Kota Bandung, Muhamad Solihin menangkap kabar itu sebagai momentum untuk mengampanyekan konsumsi buah-buahan lokal.

Ia meminta Elly untuk segera menginformasikan kepada warga bahwa melon di Kota Bandung aman dikonsumsi.
“Jangan sampai isu ini mematikan petani melon. Justru harus kita bantu informasikan dan mengajak agar warga mengonsumsi pangan lokal,” ujar Solihin.

Menurutnya, warga juga perlu diedukasi tentang pentingnya mengonsumsi buah-buahan lokal. Selain menyehatkan, juga membantu meningkatkan ekonomi para petani.

“Kalau kita makan produk lokal kan secara tidak langsung kita turut menggaji para petani itu. Kalau konsumsi buah impor keuntungannya mengalir ke luar negeri, ke kitanya hanya segelintir saja,” tutur Solihin.

(mur)

loading...

Feeds