Akses Air Bersih Masih di Bawah Standar, Pemkot Bandung Lebih Pentingkan Adipura

Ilustrasi Petugas Kebersihan

Ilustrasi Petugas Kebersihan

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung disibukkan dengan persiapan Adipura, sampai mengacuhkan pentingnya meningkatkan akses air bersih yang posisinya masih di bawah standar nasional.

Memurut survei dan data yang dikelola Bappenas RI, akses air bersih warga Kota Bandung masih di bawah nasional dengan 46.47 persen, sedangkan angka nasional 67.54 persen.

Dengan kondisi tersebut, potensi warga terjangkit penyakit kulit dan diare sangat tinggi.

Hal itu diperparah dengan minimnya ketersedian septic tank komunal di sekitar pemukiman masyarakat. Dari 151 RW yang ada di Kota Bandung, baru lima yang mempunyai septic tank komunal.

Sekertaris DLHK Kota Bandung, Dedy Dharmawan membenarkan bahwa pemerintah Kota Bandung ingin mempertahankan prestasinya dalam meraih kembali penghargaan di bidang kebersihan lingkungan dari kementrian lingkungan hidup (KLH).

Sejumlah tempat yang akan dinilai oleh tim dari kementrian KLH sudah dimonitor oleh petugas dalam hal kebersihannya. Area itu di antaranya pasar, perumahan, pertokoan, puskesmas, terminal, sekolah, perkantoran, TPA, TPS, bank sampah dan taman kota.

“Kita meluaskan petugas untuk memantau area. Kami optimis dapat (kembali meraih Adipura),”ujar Dedy di balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana, Bandung, Selasa (13/3)

Disinggung mengenai seberapa persiapan dalam meraih Adipura, Dedi mengatakan akan terus difokuskan ke beberapa titik yang memang menjadi fokus utama dalam penilaian.

“Akan dipantau beberapa taman, beberapa lingkungan sekolah,” ungkapnya.

Untuk Kota Bandung, dikatakannya, sudah mengetahui proses dalam penilaian dikarenakan ada beberapa panitia warga Bandung, sehingga banyak mendapat masukan.

“Dari tim penilai, ada orang bandung, dan berkantor di Kota Bandung, jadi kita optimis dapat penghargaan Adipura,” pungkasnya.

(cr3)

loading...

Feeds