Tanggul Jebol Lagi, Cingised Banjir Lagi

Jalan Cingised yang terendam banjir akibat tanggul jebol (M Gumilang/Radar Bandung)

Jalan Cingised yang terendam banjir akibat tanggul jebol (M Gumilang/Radar Bandung)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Banjir kembali melanda Wilayah Jalan Cingised, Kelurahan Cisaranten, Kecamatan Arcamanik, Bandung pada, Minggu (11/3) lalu.

Tanggul sementara yang dibangun warga kembali jebol dan menyebabkan air Sungai Cironggeng kembali menggenangi kawasan tersebut.

Ketua RW.04, Kelurahan Cisaranten, Kecamatan Arcamanik, Asep Gunawan (55) mengatakan, banjir terjadi lagi pada Minggu (11/3) malam hingga berdampak pada akses menuju Jalan Cingised kembali mengalami lumpuh.

Ia menjelaskan, air setinggi betis kaki orang dewasa menggenang di Jalan Cingised sepanjang kurang lebih 300 meter.

“Kemarin banjr lagi, tapi hari Senin (12/3) banjir sudah mulai surut,” ungkapnya saat ditemui Radar Bandung di lokasi, Senin (12/3).

Asep menjelaskan, tanggul sementara jebol dikarenakan terbuat dari karung yang diisi dengan tanah dan pasir.

“Harusnya menggunakan bebatuan juga agar tanggulnya kuat. Cuman karena kemarin hujan besar lagi, tanggul tersebut tidak kuat menahan air yang meluap di Sungai Cironggeng tersebut,” jelasnya.

Ia mengatakan, meskipun tanggul buatan yang dibuat oleh warga tersebut kembali hancur, dampak banjir tak sedahsyat pada saat kejadian jebolnya tembok bendungan Sungai Cironggong yang menyebabkan air menerjang ke pemukiman warga.

“Sekarang sudah agak mulai surut,” terangnya.

Menurutnya, para warga telah siap jika terjadi banjir susulan di kawasan mereka. Para warga telah mempersiapkan karung-karung berisi tanah yang ditempatkan di bagian rumah warga agar air tak kembali masuk ke dalam rumah.

“Warga sudah siap-siap jika banjir terjadi kembali,” ujarnya.

Hingga saat ini, Asep menjelaskan ada 140 rumah di RT 01, 02, dan 03 yang terdampak banjir akibat tanggul Sungai Cironggeng yang jebol. Warga masih tetap memilih bertahan dan bersiap menghadapi banjir susulan jika memang terjadi.

“Rata-rata masih bertahan di rumahnya masing-masing. Ada yang di lantai dua, ada yang di atas meja,” ungkapnya.

Asep berkata, Ketinggian air hingga hari Senin (12/3) mencapai sekira 30 centimeter sampai 1 meter. Masing-masing RT berbeda ketinggian airnya.

Di samping itu, Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Ranting Kecamatan Arcamanik, Wawan Kurniawan memaparkan, banyak warga yang menderita gatal-gatal, sebagian menderita Tuberkulosis (TBC).

Sehingga PMI berinisiatif untuk membuka posko pengobatan yang bekerjasama dengan Puskesmas Arcamanik.

loading...

Feeds