Lagi, Seorang Wanita Asal Medan Bawa Pembalut Seharga Rp 1 Miliar

Ilustrasi X-ray

Ilustrasi X-ray

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pembalut seharga Rp1 miliar kembali terulang, kini giliran perempuan asal Medan berinisial M yang diamankan Direktorat Jendral Bea dan Cukai (DJBC) Kantor Wilayah Jawa Barat.
Kurang lebih delapan bulan M berpacaran dengan S, pria asal Nigeria itu membuatnya menjadi pengedar narkotika golongan 1 atau sabu di Indonesia. Selama berpacaran, mereka menggunakan akun Facebook yang kemudian sepakat bertemu di negeri jiran selama dua hari.
M mengaku dirinya baru pertama kali melakukan hal tersebut.
“Ini saya gak dikasih upah karena saya gak tau itu sabu,” ucapnya singkat saat ditanya‎. Kepala DJBC Jawa Barat, Saipullah Nasution dalam konferensi pers, Senin (12/3/2018). ‎
Diketahui, S menyerahkan 510 gram sabu kepada M untuk dibawanya lagi pulang ke Indonesia. Tak cukup sampai disana, S pun menyarankan kepada M untuk memasukan sabu ke dalam pembalut.
‎Ia pun pulang dengan penerbangan, Sabtu (10/3/2018) pukul 14.00 WIB dari Kuala Lumpur, Malaysia ke Bandung, Indonesia.
“Dari landing kita perhatikan dia, gelagatnya udah kayak orang gak tenang dan seakan menyembunyikan sesuatu. Kemudian, kami meminta wanita 170 centimeter itu untuk melalukai xrai tasnya dan tidak ditemukan apapun,” ujarnya.
‎Kemudian, lanjutnya, petugas pun melakukan pemeriksaan tubuh dan setelah melakukan pengecekan ternyata di dalam pembalutnya ada narkotika jenis methamphetamine atau sabu.
“‎Dugaan sementara kami, ini adalah upaya membuat kembali jaringan narkotika internasional,” tambahnya.
‎M dijerat Pasal 102 Huruf e Undang-undang Nomor 17 Tahun 2006 jo Undang-undang Nomor 10 Tahun 1995 dengan ancamana hukuman pindana maksimal 10 tahun dan denda maksimal Rp5 miliar.
“Ia pun terancam akan Pasal 113 Ayat 2 Undang-undang‎ Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman pidana mati, seumur hidup atau penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun serta dengan paling banyak Rp10 miliar,” bebernya.

(nda)

loading...

Feeds

BPJS Kesehatan Polisikan Pengkritik

Polemik defisitnya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, lembaga yang dipimpin Fachmi Idris melaporkan dua akun pengkritik ke Bareskrim, Selasa …