Calon Gubernur Kampanye Berkedok Silaturahmi

Ilustrasi.

Ilustrasi.

POJOKBANDUNG.com – Dalam Pemilihan Gubernur Jawa Barat (2018), Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) kota/kabupaten termasuk Cimahi, harus ekstra keras dalam melakukan pengawasan.

Bagaimana tidak, saat ini tim kampanye para calon gubernur memanfaatkan momen kunjungan maupun undangan, baik dari intansi serta masyarakat umum.

Sejauh ini di Kota Cimahi, sudah ada beberapa calon gubernur yang datang ke kampus bahkan di tengah-tengah masyarakat seperti mengunjungi pesantren dan kelurahan.

Menurut Pengamat Politik dan Pemerintahan Kota Cimahi, Arlan Sidha, alih-alih menjadi pemateri, narasumber maupun sekedar memenuhi undangan, kehadiran calon akan dipandang kampanye.

“Ini kan masanya kampanye, sehingga masyarakat mengira, kegiatan itu merupakan bagian dari kampanye,” kata Arlan saat dihubungi Radar Bandung, Minggu (11/3).

Apa yang dilakukan tim sukses masing-masing pasangan calon, dalam membungkus kegiatan kampanye dengan cara ini, lanjut dia, bisa dibilang efektif.

Sebab, tanpa harus mengerahkan massa atau sebagainya, mereka (para calon) bisa memperkenalkan diri meski tidak secara langsung.

“Sudah tentu tujuannya adalah pemilih dikalangan muda termasuk pemula,” ujarnya.

Kegiatan yang dikemas secara rapi ini, kata dia, akan menyulitkan Panwaslu dalam melakukan pengawasan. Karena, kedatangan mereka misalnya, hanya sebatas memenuhi undangan kampus atau menjadi narasumber.

“Saya rasa perlu ada sinergitas seuruh elemen masyarakat hingga yang terkait dalam mengawasi setiap kegiatan pasangan calon di masa kampanye,” ungkapnya.

Aralan menambahkan, bagi pihak kampus, Sebaiknya, apabila pihak ingin mengundang, alangkah baiknya semua para pasangan calon di datangkan juga. Agar tidak ada pandangan bahwa, salah satu kampus cenderung memilih salah satu pasangan calon.

“Jangan sampai kampus dijadikan alat kampanye apalagi, menimbukan konflik politik dikemudian hari,” tandasnya.

Kegiatan kampanye berkedok silaturahmi tersebut, rupanya sudah menjadi prioritas pihak Panwaslu sebagai, pengawas pemilu.

Ketua Panwaslu Kota Cimahi Yus Sutaryadi, mengatakan, sejauh ini pihaknya selalu mengawasi apapun kegiatan dari masing-masing pasangan calon.

Namun, untuk kegiatan kampanye yang kemasannya silaturahmi maupun undangan sebagai pemateri, agak kesulitan.

“Salah satu kesulitannya yaitu, tidak adanya koordinasi tim kampanye dengan panwas di wilayah lain. Sehingga, sulit terdeteksi. Tahu-tahunya ada acara. Tapi gak ada tembusan,” kata Yus, Minggu (11/8).

Yus menegaskan, pihaknya tetap akan masuk, apapun kegiatan yang dilakukan para calon gubernur di Kota Cimahi. Dengan begitu, tidak ada celah lagi bagi mereka yang berniat melakukan kampanye terselubung.

“Kalau kedapatan melakukan kampanye terselubung, jelas masuk pelanggaran. Dengan sanksi paling berat adalah diskualifikasi,” pungkasnya.

(gat)

loading...

Feeds

Sandrina Pukau Warga Cianjur

‎Tahun ini Napak Jagat Pasundan (NJP) mengusung tema 'Keur Balarea', ada banyak konsep baru dan unik dalam pengemasannya dibandingkan tahun …