Bos Matahari Ditemukan Tewas di Kali Ciliwung, Polisi Endus Kejanggalan

Keluarga mengelilingi jenazah Hari Darmawan yang ditemukan tewas di sungai Ciliwung, Bogor (Sabtu/10/03). (Foto Istimewa)

Keluarga mengelilingi jenazah Hari Darmawan yang ditemukan tewas di sungai Ciliwung, Bogor (Sabtu/10/03). (Foto Istimewa)

POJOKBANDUNG.com – Pengusaha sekaligus pendiri Matahari Dept Store Hari Darmawan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Sabtu (10/3) pagi sekitar pukul 06.30 waktu Indonesia barat (WIB).

Jenazah tokoh kelahiran 27 Mei 1940 itu ditemukan di Kali Ciliwung, Cisarua, Kabupaten Bogor.

Sebelumnya, pemilik Taman Wisata Matahari itu dikabarkan hilang pada Jumat (9/3) sekitar pukul 21.30 WIB. Namun, Hari ditemukan sudah dalam kondisi tak bernyawa pagi tadi oleh tim SAR Rafting Taman Wisata Matahari.

Sebelumnya tim SAR Rafting Taman Wisata Matahari menggunakan perahu karet menyusuri lokasi Hari terlihat terakhir kali. Yakni di antara Lokawiratama, Desa Leuwimalang dan Al Ikhlas, Desa Jogjogan.

“Telah ditemukan jenazah Bapak Hari Darmawan di Kali Ciliwung dengan jarak sekitar seratus meter dari lokasi diduga hilangnya korban,” ujar Kapolres Bogor AKBP Andi M Dicky Pastika seperti diberitakan JawaPos.com, Sabtu (10/3).

Dicky menjelaskan, ada anggota tim SAR bernama Deni Sudiana yang bersama empat temannya menemukan Hari.

“Dirinya (Deni) melihat sesosok orang dalam keadaan tengkurap dan tersangkut batu kali,” kata Dicky.

Selanjutnya, jenazah Hari dibawa ke rumahnya di Taman Wisata Matahari, Desa Cilember, Kecamatan Cisarua, Bogor.

“Selanjutnya untuk kepentingan medis, jenazah dibawa ke RSUD Ciawi untuk di-visum et repertum,” jelas Dicky.

Sebelum ditemukan tewas, Hari diketahui ingin melihat vilanya yang ada di dekat sungai.

“Namun setelah stafnya pergi mengambil minum dan kembali, tiba-tiba Bapak Hari Darmawan sudah tidak ada,” pungkas Dicky.

Kematian Hari Darmawan membetot perhatian Polri. Mabes Polri memerintahkan jajarannya untuk mengungkap penyebab meninggalnya pendiri Matahari Dept Store itu.

“Ini sedang dalam pemeriksaan dan penyelidikan kami,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul, Sabtu (10/3).

Hari ditemukan dalam kondisi meninggal Sabtu (10/3) pagi sekitar pukul 6.30 WIB di Kali Ciliwung, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Jenazahnya ditemukan sekitar 100 meter dari lokasi saat pengusaha kelahiran Makassar, 27 Mei 1940 itu terlihat untuk terakhir kali di kawasan Taman Wisata Matahari, Cisarua.

Martinus menambahkan, Polri akan meminta keterangan berbagai pihak termasuk lima orang yang menemukan korban.

“Ini sebagai bahan untuk melakukan pendalaman,” tegasnya.

Menurut Martinus, informasi awal menyebut ada luka di tubuh Hari. Namun, ujar dia, sampai saat ini belum diketahui penyebab luka tersebut.

“Karena benturan dengan batu atau yang lain masih dalam pendalaman,” katanya.

Yang jelas, kata Martinus, Polri juga mendalami berbagai indikasi untuk memastikan penyebab kematian Hari, apakah karena murni kecelakaan atau ada kekerasan.

“Kami akan meminta keterangan siapa yang ketemu terakhir dengannya di sana. Ini semua jadi bahan kami untuk pendalaman,” katanya.

(boy/jpnn/dna/ce1/JPC)

loading...

Feeds

Jelang Ramadan, yang Baru di J&C Cookies

Mendekati bulan Ramadan 2018, toko kue yang rencananya akan membuka cabang pertamanya di negara tetangga, Singapura, juga mengeluarkan varian terbarunya …