Etika Politik Tim Kampanye Pilgub Jabar Dinilai Minim

Ilustrasi politik (Pixabay)

Ilustrasi politik (Pixabay)

POJOKBANDUNG.com – Etika politik masing-masing tim kampanye pasangan calon Gubernur Jawa Barat dinilai minim. Contohnya, tidak memberikan tembusan izin saat melakukan kampanye di wilayah.

Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Cimahi, menyayangkan kepada pihak tim kampanye yang tidak memberikan jadwal kampanye. Padahal, kampanye Pemilihan Gubernur Jawa Barat sudah berjalan sejak 15 Februari 2018.

Koordinator Divisi SDM Panwaslu Kota Cimahi, Jusapuandy, mengatakan, sejauh ini pihaknya belum menerima laporan dari masing-masing tim kampanye calon gubernur baik dari tingkat Jawa Barat maupun di tingkat daerah.

“Sampai saat ini kami tidak pernah menerima tembusan. Padahal para calon gubernur sudah ada yang kampanye ke Cimahi,” kata Jusapuandy di Kantor Panwaslu Cimahi.

Dia menuturkan, seharusnya surat izin pemberitahuan kampanye sudah  diberikan sehari sebelumnya atau baiknya, jauh-jauh hari dari yang dijadwalkan oleh masing-masing tim kampanye Paslon agar, Panwaslu kabupaten/kota maksimal dalam pengawasan.

“Kalau sudah ada izin dari kepolisian, seharusnya ditembuskan ke panwas kota. Kemudian, surat izin tersebut akan ditembuskan lagi ke Panwaslu tingkat kecamatan yang akan dikunjungi oleh paslon,” ungkapnya.

Akan tetapi, meski perizinan untuk kampanye itu tidak sulit, namun sampai saat ini, diakuinya, tak satupun tim kampanye Paslon yang memberikan tembusan.

“Kalaupun kita dapat informasi, bukan dari tim kampanye tapi dari pihak intelpol yang bertugas di Panwaslu,” ujarnya.

Dengan tidak adanya tembusan terkait kegiatan kampanye para Paslon, lanjut dia, ada kekhawatiran terjadi pelanggaran kampanye yang dampaknya tidak baik.

“Potensi terhadap pelanggaran dalam kampanye diantaranya, politik uang maupun kampanye hitam yang bisa menimbulkan konflik,” terangnya.

Oleh sebab itu, untuk mencegah terjadinya pelanggaran saat kampanye berlangsung, Panwaslu Cimahi menyarankan kepada tim kampanye calon gubernur Jawa Barat agar, melakukan koordinasi dengan Panwaslu daerah.

“Dengan begitu, situasi kampanye tiap daerah termasuk Cimahi, kondusifitasnya tetap terjaga,” tuturnya.

Dalam menyukseskan Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018, diperlukan peran seluruh masyarakat agar memberikan informasinya apabila, ada temuan di lapangan.

“Tentu, sekecil informasinya akan kami telusuri dan ditindaklanjuti informasinya,” tandasnya.

(gat)

loading...

Feeds