Astagfirllah….Masih Remaja Kok Jual Perempuan Muda

MR saat dilakukan pemeriksaan di ruang penyidik di Mapolres Cimahi Jalan Amir Machmud. (Gatot/Radar Bandung)

MR saat dilakukan pemeriksaan di ruang penyidik di Mapolres Cimahi Jalan Amir Machmud. (Gatot/Radar Bandung)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Usianya masih muda, namun otak kriminalnya tak diragukan lagi. Gadis berinisal MR (16) ini berani melakukan praktik trafficking. Korbanya rata-rata masih berumur 15 tahun.

MR ditangkap polisi karena, dianggap melanggar Undang-undang nomor 21 tahun 2007 pasal 2 tentang Tindak Pidana Penjualan Orang (TPPO). Atas perbuatannya, MR pun diancam hukuman 15 tahun penjara.

“Penangkapan terhadap MR berawal dari laporan masyarakat mengenai adanya praktik perdagangan anak di bawah umur yang dijual untuk dijadikan Pekerja Seks Komersial (PSK),” kata Kasat Reskrim Polres Cimahi AKP Niko N Adiputra, di Mapolres Cimahi, Jumat (2/3).

Saat dilakukan penangkapan terhadap pelaku di Kampung Sodong, Desa Cipendeuy Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat belum lama ini, anggota Satreskrim Polres Cimahi dikagetkan karena MR kepergok saat sedang melakukan transaksi penjualan manusia. Satu orang dihargai Rp1,5 juta.

“Saat itu ada dua korban yaitu DK dan NR, yang akan dijual kepada pelanggannya,” ujarnya.

Dari tangan tersangka, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya, uang senilai Rp1,5 juta, tiga buah ponsel dan dua unit sepeda motor yang digunakan untuk melakukan transaksi.

“Satu orang sudah diamankan dan tiga orang lagi masih dilakukan pemeriksaan,” ucapnya.

Menurutnya, kasus tersebut akan terus dikembangkan sebab, khawatir muncul korban – korban lainnya.

“Untuk mengungkap praktik perdagangan anak dibawah umur ini, kita lihat dari hasil pemeriksaan,” terangnya.

Aksi pelaku ini tergolong lihai, sebab MR melek akan teknologi. Kata Niko, MR beraksi melalui jejaring sosial dan sudah mempunyai langganan.

Sehingga, jika korbannya masuk perangkap, dia (pelaku) tidak kesulitan untuk menawarkan jasanya kepada pelanggan.

Meskipun media sosialnya itu terbuka namun, tidak bisa siapa saja yang masuk mendapatkan tanggapan darinya. Pelaku memanfaatkan aplikasi wechat untuk berkomunikasi maupun saat bertransksi.

“Dia peka teradap setiap obrolan yang masuk. Jika ada orang baru, MR lebih waspada dan tak jarang menolak permintaan tersebut,” pungkasnya.

Dari aksinya tersebut, MR diketahui sudah berhasil menjual sebanyak lima korban. Untuk DK dan NR sudah diperiksa, sementara 3 korban lainnya masih dalam pencarian.‎

(gat)

loading...

Feeds