Duh! SPBU Ini Biasa Terendam Banjir Sejak 35 Tahun Lalu

SPBU di Kabupaten Bandung terendam banjir  (Azis Zulkahairil/Radar Bandung)

SPBU di Kabupaten Bandung terendam banjir (Azis Zulkahairil/Radar Bandung)

POJOKBANDUNG.com – Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) di Balendah ikut terendam banjir dan mengalami banyak kerugian.

SPBU yang sudah berdiri sejak 1982 itu, kerap menjadi alih pungsi menjadi stasiun penggenangan air. Meski sudah menaikan tinggi bangunan dari tanah, namun tetap saja banjir merendamnya.

Manager SPBU Agus Sukmono menjelaskan, SPBU tersebut biasa terendam banjir sudah di alaminya sejak tujuh hari yang lalu, dari tujuh hari itu SPBU tidak bisa beroprasi sama sekali.

Dalam sehari ketika tidak banjir, kata dia, seharunya SPBU terisi lima ribu liter bahan bakar dengan omset penjualan Rp38 juta perbulan, dengan pemasukan kotor perhari Rp 1.700.000 ribu.

Setelah melalui perhitungan, kerugian selama tujuh hari tidak beroprasi mencapai Rp10 juta ditambah kerugian fisik dari SPBU sendiri.

“Rugi materi jelas ada, ditambah berkas banjir juga harus mengeluarkan tenaga untuk membersihkannya,” terang Agus saat dihubungi Radar Bandung.

Demi mengatasi Banjir Agus sudah menaikan tinggi bangunan 45 meter dari Jalan Raya Balendah. Ia mengira, dengan sudah ditinggikanya bangunan tidak akan terkena banjir.

“Mungkin karena sekarang ada penyempitan air di jembatan yang dekat SPBU kami, sehingga meluap,” terangnya.

Menurut Agus, pada tahun 1988 jembatan yang dekat dengan SPBU tidak dikeruk kemudian pada 2014 kembali kelewat pengerukan.

“Persis di sebelah barat pom bensin jembatan itu, dan sering terlewat pengerukan,” kesal Agus.

Dari kejadian tersebut dikatakanya terlihat saling lempar tanggung jawab antara pemerintah kabupaten dan provinsi Jawa Barat.

Akhir-akhir ini, ia mendengar lokasi sumber banjir SPBU akan dikeruk di TNI.

Dirasakan Agus, SPBU sempat tidak terkena banjir 1986, karena sepengetahuan dia, dulu banjir hanya sampai kantor PLN di Dayeuh Kolot.

“Tetapi sekarang terbalik, PLN yang tidak kena SPBU yang kena,”sambungnya.

Agus juga menambahkan, pengerukan sebelumnya dikerjakan oleh PT Berantas 2014 lalu menurutnya, pengerjaan pengerukan tidak sesuai, semua hasil pengerukan dibuang begitu saja, dari kejadian tersebut dirasakanya, menambah tinggi volume banjir.

Agus memberikan solusi, bahwa seharusnya pengerukan harus sedalam 100 meter ke arah timur dan 100 meter ke arah barat jembatan Balendah.

“Ini murni karena penyempitan jalur air, sampah juga pengaruh sebenarnya,” ungkap dia.

loading...

Feeds