Penderita Penyakit Pasca-banjir Bandung Selatan Meningkat

Bandung selatan saat dilanda banjir beberapa waktu lalu (Riana Setiawan/Radar Bandung)

Bandung selatan saat dilanda banjir beberapa waktu lalu (Riana Setiawan/Radar Bandung)

POJOKBANDUNG.com – Banjir yang melanda Bandung selatan menimbulkan penyakit di kalangan pengungsi.

Untuk diketahui, banjir tahunan tersebut merendam tiga kecamatan, yakni Baleendah, Dayeuhkolot, dan Bojongsoang.

Kepala Seksi Surveillance dan Imunisasi, Edi Kusno memaparkan, pantauan Dinkes Kabupaten Bandung dari mulai Kamis malam (25/2) pada saat terjadinya bencana banjir hingga sampai Rabu (28/2), jumlah pasien yang menderita penyakit dermatitis meningkat.

Dermatitis adalah sebuah sebuah peradangan kulit, biasanya ditandai dengan ruam bengkak kemerahan pada kulit yang terasa gatal. Dermatitis sering muncul pada saat banjir dikarenakan pasien telah terpapar dengan bahan-bahan yang terbawa dalam air banjir, entah bahan kimia atau sampah.

Namun, tidak semua orang yang kebanjiran terkena dermatitis. Ini terjadi hanya pada orang-orang yang sensitif pada bahan-bahan tertentu.

Penyakit lainnya seperti terkena penyakit flu, contohnya hidung meler, batuk, mata berair, sakit tenggorokan, dan bersin.

Lalu penderita darah tinggi juga banyak ditemui pada saat bencana banjir melanda, sisanya seperti nyeri otot, maag, Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA), penyakit infeksi jamur seperti panu, kurap dan kutu air yang menyerang tubuh, beberapa sakit kepala ringan dan parah, dan sisanya seperti reumatik dan asam urat.

Edi menjelaskan, upaya yang sudah dilakukan Dinkes Kabupaten Bandung untuk penanganan korban bencana banjir kali ini antara lain mendirikan posko kesehatan di tiga kecamatan terdampak.

Dinkes telah melakukan berbagai konseling dan edukasi kesehatan kepada para warga agar mengetahui apa yang harus dilakukan jika terjadi bencana banjir, seperti keselamatan jiwa, menjaga kesehatan dan juga penanggulangan penyakit secara benar dan tepat.

Edi menerangkan, Dinkes akan tetap melakukan pemantauan berbagai jenis gejala penyakit yang diderita para korban bencana banjir tersebut hingga banjir surut, Dinkes akan tetap melakukan pendampingan hingga setiap korban banjir yang mengalami sakit akan ditangani sampai sembuh.

“Itu sudah menjadi tugas kami memastikan keselamatan dan kesehatan para warga korban banjir ini,” pungkasnya.

(Cr1)

loading...

Feeds