Atlet PB Djarum Latih Ketangkasan

Tiga orang dari tim pertama dari regu empat melewati blind man walking, saat salah seorang jatuh, teman satu timnya wajib membantunya untuk bangkit lagi, Senin (26/2). (NIDA KHAIRIYYAH/RADAR BANDUNG)

Tiga orang dari tim pertama dari regu empat melewati blind man walking, saat salah seorang jatuh, teman satu timnya wajib membantunya untuk bangkit lagi, Senin (26/2). (NIDA KHAIRIYYAH/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com – ‎Selamat tiga hari, 95 atlet batch II PB Djarum nonplatnas mendapatkan uji kekompakan, empati, simpati, ketangkasan hingga pembentukan mental bersaing.

Kegiatan Outbond PB Djatum 2018 diselanggaran dua sesi di Markas Zone 235 Outdoor Training Center, Cikole, Kabupaten Bandung. Minggu lalu, U15 berhasil melewati berbagai rintangan dari pelatih melalui beragam permainan.

Sejumlah permainan tantangan yang harus dilewati seperti caraka malam, hiking, two rope bridge, sky run, human jump, elvis Walk, rappeling, pipe and Ball, blind man walking, fill the water, emergency water, maze rope hingga paintball.

Kini, giliran U11 yang sedang menguji seberapa kuat tekadnya dalam bersaing. ‎Sama seperti batch I, batch II akan mendapatkan sesi learning point yang disampaikan para pelatih PB Djarum dan penyampaian komitmen bersama peserta.

“Membina atlet muda ini adalah proses yang panjang dan berkesinambungan, karena perjalanan mereka untuk meniti tangga juara masih sangat panjang,” ujar Manager Tim PB Djarum, Fung Permadi, Senin (26/2).

‎Selain itu, kegiatan dalam outbond disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi para atlet muda PB Djarum.

Karena, lanjutnya, di dalam setiap permainan mengacu ke dalam ‎obyektif kepribadian dan kemampuan yang diharapkan dimiliki calon bintang bulutangkis Indonesia masa depan.

“Karena di dalam pembinaan akademik PB Djarum mengutamakan tiga aspek yakni body, mind and soul. Dari aspek body tentu itu sudah terukur dari materu pelatihan sehari-hari di PB Djarum,” ujar Sigit selaku pelatih U11 PB Djarum.

“Sementara aspek mind and soul ini merupakan bagian dari softskill yang bisa didapatkan melalui aktivitas outbond.”

Fung menambahkan, dalam pola pelatihannya, PB Djarum senantiasa berevolusi ddan dinamis mengikuti perkembangan zaman. Konsep pelatihan PB Djarum, lanjut Sigit, tidak bertahan hanya dengan metode‎ konvensional yang menekan pada aspek fisik.

“Mereka harus faham, kalau mau menggapai impian tak hanya bakat tapi kerja keras dan tekad yang tinggi dalam menghadapi semua rintangan, siapa pun lawannya gak usah takut, percaya sama kemampuan diri dan fokus dalam setiap matchnya,” pungkasnya.

(nda)

loading...

Feeds

Jelang Ramadan, yang Baru di J&C Cookies

Mendekati bulan Ramadan 2018, toko kue yang rencananya akan membuka cabang pertamanya di negara tetangga, Singapura, juga mengeluarkan varian terbarunya …