Pengguna Gawai di Indonesia Tinggi, tapi Nggak Dipakai Membaca

Kepala Pusat Pengembangan Pustakawan Nasional Republik Indonesia, Opong Sumati

Kepala Pusat Pengembangan Pustakawan Nasional Republik Indonesia, Opong Sumati

POJOKBANDUNG.com – Perpustakan Nasional Republik Indonesia menilai, minat baca masyarakat Indonesia masih sangat rendah.

Kepala Pusat Pengembangan Pustakawan Nasional Republik Indonesia, Opong Sumati menjelaskan, data minat baca di Indonesia berdasarkan penilaian tingkat literasi central komite, mendapat peringkat ke-60 dari 61 Negara.

“Kita berada pada tingkat kedua dari bawah, ini perlu kita bangkitkan lagi semangat gemar membaca,” kata Opong Sumati kepada seluruh wartawan di gedung Dinas Perpustakan dan Arsip Daerah Kota Bandung Jalan Seram No.2, Citarum, Bandung, Senin (26/2).

Opong melanjutkan, kurang gemar membaca dapat disebabkan banyaknya aspek, salah satunya karena masyarakat Indonesia masih didominasi budaya lisan.

“Sehingga pertukaran informasi masih berupa lisan dan pengengetahuan akhirnya hanya di simpan dalam ingatan,” sambungnya.

Opong menjelaskan, budaya membaca harus menjadi bagian dari masyarakat Indonesia. Sebab, kebiasan membaca menjadikan salah satu indikator kualitas negara.

Opong menambahkan, Indonesia mengalami transformasi yang hebat dalam penggunan teknologi informasi.

Menurut survei asosiasi pengguna jasa internet, ada sebanyak 88,1 juta orang setelah mengalami peningkatan 50,5 persen menjadi 132, 7 juta orang ketika dibatasi di tempat-tempat tertentu.

Dari semua pengguna Internet di Indonesia dikatakan Opong, konten yang di akses warga masih di isi oleh games sebesar 44%, aktifitas sosial 22%, alat bantu sebagai tools 9%, fotografi 9%, musik 3%, bisnis 3%.

“Kesimpulanya masyarakat Indonesia belum menggunakan gawai untuk kebutuhan membaca,” ungkapnya.

Melihat keadan tersebut Opong menghimbau, perlu terus dipromosikan literasi membaca melalui seluruh stakeholder provinsi dan kabupaten/kota, agar mendorong perpustakan menjadi garda terdepan dan dapat di manfaatkan aktif dan luas.

“Harus terbangun dengan baik dari penulisan sampai penerbitan, perpustakan harus jadi pusat pengetahuan,” pungkasnya.

(cr3)

loading...

Feeds

Jelang Ramadan, yang Baru di J&C Cookies

Mendekati bulan Ramadan 2018, toko kue yang rencananya akan membuka cabang pertamanya di negara tetangga, Singapura, juga mengeluarkan varian terbarunya …