Polres Subang Tetapkan Tersangka Baru Kecelakaan Tanjakan Emen

Petugas Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melihat kondisi tempat kejadian perkara insiden kecelakaan bus pariwisata di tanjakan Emen, Kabupaten Subang, Minggu (11/2). (RIANA SETIAWAN/RADAR BANDUNG)

Petugas Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melihat kondisi tempat kejadian perkara insiden kecelakaan bus pariwisata di tanjakan Emen, Kabupaten Subang, Minggu (11/2). (RIANA SETIAWAN/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com – Polres Subang menetapkan satu tersangka baru terkait insiden kecelakaan di Tanjakan Emen, Subang, Sabtu (10/2) lalu. Pria bernama Saif Rudi (SF) menjadi tersangka setelah sebelumnya berstatus saksi.

Kapolres Subang, AKBP M Joni membenarkan bahwa Polres Subang telah menetapkan Saif menjadi tersangka.

Menurutnya, setelah dilakukan penyelidikan mendalam serta juga olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi oleh Kasatlantas Polres Subang, bahwa Saif menyuruh sopir bus yang sekarang berstatus sebagai tersangka yakni Amirudin (32), untuk mengakali rem yang bocor dengan baut.

Baca Juga:

Ada Masalah Rem sebelum Bus Terguling di Tanjakan Emen

Menegangkan, Kesaksian Korban Bus Maut Tanjakan Emen yang Selamat

Saif mengarahkan Amirudin dan kondektur untuk memotong selang rem lalu menambalnya dengan baut.

“SF memiliki keterkaitan dengan insiden maut yang menewaskan puluhan jiwa tersebut,” ujarnya saat diwawancarai Radar Bandung melalui saluran telepon, Kamis (22/2).

Joni menjelaskan, Amirudin dan Saif telah melakukan komunikasi untuk membicarakan permasalahan rem tersebut pada waktu istirahat di sekitaran Jalan Setiabudhi, Kota Bandung sebelum melanjutkan perjalanan ke arah Subang.

Lanjutnya, mekanik lalu mengarahkan Amirudin untuk memasang baut sementara pada rem yang bocor.

Joni mengatakan, dengan melakukan cara alternatif seperti itu, membuat rem bus akan mengalami gangguan pada sistem pengeremannya.

“Cara tersebut takan menjadi sebuah masalah jika perjalanan kendaraan berada di posisi jalanan yang datar. Tapi untuk kondisi jalanan yang menurun dan menanjak secata intens seperti di tanjakan emen akan menjadi sebuah masalah,” pungkasnya.

(Cr1)

loading...

Feeds