Konsultan Australia Bakal Bantu Cimahi Bikin IPAL

Walikota Cimahi Ajay M Priatna bersama Leader Konsultan Teknis Pembangunan IPAL dari Pemerintah Australia, Andrew McLernon‎, meninjau wilayah di Kota Cimahi yang sudah membangun Ipal Terpadu di ‎RW 8 Pasir Kaliki, Rabu (21/2). (Gatot/Radar Bandung )

Walikota Cimahi Ajay M Priatna bersama Leader Konsultan Teknis Pembangunan IPAL dari Pemerintah Australia, Andrew McLernon‎, meninjau wilayah di Kota Cimahi yang sudah membangun Ipal Terpadu di ‎RW 8 Pasir Kaliki, Rabu (21/2). (Gatot/Radar Bandung )

POJOKBANDUNG.com – Leader Konsultan Teknis Pembangunan IPAL dari Pemerintah Australia, Andrew McLernon, mengingatkan Pemerintah Kota Cimahi agar masyarakatnya sadar lingkungan.

Terlebih, potensi membuang sampah sembarangan di pemukiman padat penduduk cukup tinggi.

Jika masih ada warga yang kurang peduli terhadap lingkungan, bisa menjadi suatu hambatan dalam pengelolaan Instalansi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) terpadu.

“Agar tercipta sanitasi yang baik, maka masyarakat dan pemerintah arus sama-sama peduli,” kata Andrew, di Gedung Techno Park, Jalan Pasirkumeli, Kota Cimahi, Rabu (21/2) lalu.

Dia melanjutkan, masyarakat punya peran penting dan harus dilibatkan dalam program IPAL. Sehingga, diharapkan pemerintah daerah juga menumbuhkan budaya peduli lingkungan. Minimal masyarakat tidak membuang sampah sembarangan.

“Akibatnya bisa menyumbat saluran air menuju IPAL,”ujarnya.

Dalam hal ini, kata dia, pihaknya datang ke Cimahi untuk membantu pemerintah membangun IPAL. Apalagi di Cimahi akan dilakukan pembuatan IPAL 100 persen lingkungan.

“Idealnya, masyarakat itu memiliki sanitasi yang baik,” ucapnya.

Sementara itu, Wali Kota Cimahi, Ajay M. Priatna, mengatakan, berdasarkan perjanjian hibah IPAL ini ditargetkan bisa memenuhi kebutuhan sanitasi untuk 5000 sambungan rumah.

Untuk di RW 8 Pasir Kaliki, sistem IPALnya multifungsi, karena dibawahnya berupa IPAL terpadu, sedangkan di atasnya dipakai untuk jalan.

Nantinya, jelas Ajay, IPAL terpadu ini bisa dimanfaatkan oleh 300 sambungan rumah targetnya 2020 semua wilayah di Cimahi harus memiliki sanitasi yang baik.

“Untuk sekarang, progres yang sudah terbangun itu sekitar untuk 2500 sambungan rumah,” katanya

Diakuinya masih ada kendala yang dihadapi Pemkot Cimahi dalam pembangunan sanitasi ini, diantaranya penolakan dari sejumlah warga dan lahan yang terbatas.

“Ada satu atau dua orang yang menolak. Tergantung bagaimana pemerintah bisa mempengaruhi masyarakat agar mau menerima program ini. Selain itu soal lahan yang sulit untuk pembangunan sanitasi kami berupaya dan percaya yakin bisa menemukan solusinya,” ucap Ajay.

Ajay merasa di atas angin lantaran, Cimahi sendiri merupakan satu dari lima kota yang memiliki track record bagus dalam pembangunan program SAIIG kerjasama dengan Pemerintah Australia ini.

“Untuk itu, jangan sampai kalau kerjasamanya sudah berhenti, tidak ada pembangunan IPAL lagi. Semakin bagus pembangunan IPAL dan sanitasinya dan semakin banyak sambungan rumah, nanti Cimahi bisa mencapai akses universal,” pungkasnya.

(gat)

loading...

Feeds