Disdik Kota Bandung Minta Orangtua Tidak Kasih HP ke Anaknya

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Dinas Pendidikan Kota Bandung belum bisa membendung penggunaan sosial media di kalangan siswa Sekolah Dasar se-Kota Bandung.

Disdik Kota Bandung menginginkan peran orangtua dalam pengawasan penggunan media sosial (medsos) selepas pulang sekolah. Disdik juga menghimabau orangtua tidak memberikan telepon genggam ketika bersekolah.

Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kota Bandung, Supriadi menjelaskan, masalah medsos memang tidak bisa dihindari. Banyak murid yang menggunakan medsos di luar jam sekolah.

“Sementara ini orangtua dan Disdik Kota Bandung mengarahkan pemanfaatan medsos untuk hal-hal positif,” ujarnya, baru-baru ini di SD Banjarsari, Jalan Merdeka, Kamis (22/2).

Supardi menjelaskan, akan memberi ruang positif untuk penggunaan medsos kepada para siswa dengan memberikan lomba-lomba internal di kalangan SD se-Kota Bandung, untuk membendung siswa siswi menyalahgunakan medsos.

“Contoh seperti lomba memotret kegiatan ekstakulikuler menggunakan telepon genggamnya, ini sangat berifat positif untuk menggali kreativitas siswa,” ungkapnya.

Supardi menambahkan, selain Disdik, peran orang tua sangat penting dalam  pengawasan. Menurutnya, waktu murid tidak  hanya di sekolah, pengawasan sepulang sekolah sangat penting untuk diawasi.

“Walau tidak ada aturan tertulis tentang penggunaan Sosmed, tetapi ada baiknya kita mencegah,” sambungnya.

Masih kata Supardi, kebijakan tersebut menurutnya tidak hanya di berlakukan untuk SD Negri, melainkan SD swasta di Kota Bandung Perlu menerapkan kepada orangtua murid agar diberikan pengawasan sosmed anak.

“Pada intinya pihak sekolah dan orangtua saling memonitoring kegiatan anak, agar tidak terjadi hal yang tidak di inginkan,” ungkapnya.

Jika terjadi hal yang tidak diinginkan, akan berdampak kepada sekolah dan Disdik Kota Bandung. Meskipun siswa bermain medsos di luar jam sekolah, hal itu dikatakanya menjadi tugas utama guru agar bisa mencegah terjadinya penyalahgunan medsos.

“Semoga sejauh ini para guru bisa mengerti dengan persoalan siswa zaman sekarang, dan paham untuk pencegahannya,” pungkasnya.

(cr3)

loading...

Feeds