Ratusan Ribu Jamaah Persis Akan Kumpul di Bandung Akhir Pekan Ini

Wakil Ketua Panitia Silaturahmi Akbar, Asep Saeful Mimbar didampingi Sekretaris Panitia Silaturahmi, Erdian, di Kantor Pimpinan Pusat Persis, Bandung (Nida/Radar Bandung)

Wakil Ketua Panitia Silaturahmi Akbar, Asep Saeful Mimbar didampingi Sekretaris Panitia Silaturahmi, Erdian, di Kantor Pimpinan Pusat Persis, Bandung (Nida/Radar Bandung)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – ‎ Persatuan Islam (Persis) akan menggelar Silaturahmi Akbar di Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat, Bandung, Sabtu (24/2). Acara ini akan dihadiri ratusan ribu jamaah Persis se-Indonesia.

Wakil Ketua Panitia Silaturahmi Akbar, Asep Saeful Mimbar‎ menyebut, kegiatan silaturahmi dijamin bersih dari isu SARA ataupun  ‎yang berkaitan dengan pilkada.

“Kita mengamas acaranya juga sangat santai, karena kita benar-benar murni ingin menjali silaturahmi,” ujar Asep yang didampingi Sekretaris Panitia Silaturahmi, Erdian kepada wartawan di Kantor Pimpinan Pusat Persis, Bandung, Kamis (22/3).

Hingga saat ini, data sementara capai 37 ribu lebih jamaah yang terdata secara resmi. Jumlah ini belum termasuk relawan atau simpatisan Persis yang belum daftar.

Beberapa daerah seperti Jakarta, Banten dan Lampung akan ikut berpatisipasi. Suasana keakraban dan penuh kedamaian diyakininya akan tercipta.

“Persis itu kan komitmen dengan dakwah dan pendidikannya, jadi silaturahmi pun tak akan jauh dari sana. Karena selain Persis dan Persistri ada HIMA, HIMI, IPP dan IPPI, mereka juga diminyta untuk membawa kantong keresek. Jadi, saat bubar tempat akan tetap bersih, terakhir saya minta maaf kepada warga bdg akan mengalami kemacetan,” bebernya.

‎Rencananya, akan ada beberapa tokoh ormas Islam lainnya yang diundang.

“Mereka belum konfirmasi sih akan datang atau tidak tapi kami sudah mengundangnya, termasuk kapolri dan panglima TNI,” tuturnya.

‎Ia akui, selama ini Persis hanya terbatas yang mengenalnya. Sehingga di tanggal 24, mereka ingin lebih dikenal oleh publik bahwa Persis sebagai ormas islam yang sangat lama juga sebagai ormas pengkokoh tiang agama di Indonesia.

Sehingga ia berharap Persis tidak lagi mendapatkan teror melalui dilemparinya batu-batu ke pesantren Persis.

“Dua hari (Selasa, red) yang lalu kejadian di ‎Tasik, sebelumnya di Cimahi dan Garut. Kita bukannya panik cuman aneh aja,” imbuhnya.

Hal ini ia aku mulai menjamur pasca meninggalnya Ustadz Prawoto beberapa waktu lalu.‎ Persis bukan ancaman, melainkan sebuah perelat yang memperutuh ‎sebuah negara. Beberapa catatan penting dengan kosen akan pandangan islam melalui jalan tengah.

” Agama islam itu kan mencerminkan santun dan beretika dan santun dengan tertap kritis sesuai ajaran agama,” tambahnya.

“Keamanan dan ketertiban akan terjadi, tapi semua itu butuh proses,” pungkasnya.

(nda)

loading...

Feeds