Kampung Adat Cireundeu Peringati Tragedi Longsor Sampah Leuwigajah dengan Doa dan Musik Karinding

Warga kampung adat Cireundeu, Kota Cimahi, peringati tragedi longsor sampah Leuwigajah (Gatot/Radar Bandung)

Warga kampung adat Cireundeu, Kota Cimahi, peringati tragedi longsor sampah Leuwigajah (Gatot/Radar Bandung)

POJOKBANDUNG.com – Warga kampung adat Cireundeu, Kota Cimahi, mendoakan korban tragedi longsor Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Leuwigajah yang terjadi  21 Februari 2005.

Suasana doa bersama itu cukup hening. Doa bersama dilakukan di tempat terkuburnya ratusan warga yang tertimbun tumpukan sampah 13 tahun lalu.

Para pupuhu kampung adat memainkan alat musik tardisional karinding sebagai pengiring doa.

Pupuhu Kampung Adat Cireundeu, Asep Abas menuturkan, ritual diperuntukan bagi arwah leluhur dan sesepuh dengan harapan diberikan tempat terbaik di sisi sang pencipta.

Bagi warga Cireundeu, peristiwa longsornya TPAS terjadi karena pemerintah dianggap telah melanggar larangan adat dengan mengotori sirah cai atau mata air.

“Air adalah cikahirupan (sumber kehidupan). Maka jangan sampai dikotori,” ujarnya, Kamis (22/2).

Peristiwa ini, lanjut dia, dianggap sebagai peringatan dari leluhur agar pemerintah daerah tidak lagi mengotori sumber kehidupan.

“Dari kepercayaan kami ya itu teguran dari pencipta,” ujar Asep saat ditemui usai ritual.

Seperti diketahui, peristiwa tragis longsor sampah itu memakan korban sebanyak 157 orang, 20 jenazah tidak ditemukan.

Saat itu, gunungan sampah sepanjang 200 meter dan setinggi 60 meter itu goyah akibat guyuran hujan yang melanda Kota Cimahi semalam suntuk. Tumpukan sampah pun longsor tepat pukul 02.00 wib, ditandai dengan ledakan.

Dari peristiwa nahas tersebut, tak hanya warga kampung adat saja yang merasakan kepedihan. Namun, dunia pun memiliki perasan yang sama dan turut beduka cita.

Berawal dari tragedi inilah, cikal bakal diperingatinya Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN).

“Mewakili warga adat, saya harap pemerintah tidak berniat lagi mendirikan TPSA di Cireundeu,” tandasnya.

(gat)

loading...

Feeds