Wakapolri Kunjungi Pimpinan Ponpes Cicalengka yang Jadi Korban Penganiayaan

Wakapolri Komjen Syafruddin mengunjungi Pimpinan Ponpes Al-Hidayah, Cicalengka, Kabupaten Bandung, KH Umar Basri. (Gumilang/Radar Bandung)

Wakapolri Komjen Syafruddin mengunjungi Pimpinan Ponpes Al-Hidayah, Cicalengka, Kabupaten Bandung, KH Umar Basri. (Gumilang/Radar Bandung)

POJOKBANDUNG.com – Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Syafruddin mengunjungi Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Hidayah, Cicalengka, Kabupaten Bandung, KH Umar Basri (60) yang pernah menjadi korban penganiayaan dari pelaku yang diduga orang gila.

Syafruddin juga turut membahas persiapan keamanan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak di Jawa Barat (Jabar) dengan Polda Jabar di Markas Besar Polda (Mapolda) Jabar setelah dari Cicalengka.

Wakapolri tiba pada pukul 09.00 WIB beserta rombongan lainnya disambut oleh unsur Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Kabupaten Bandung dan keluarga besar Pesantren Al-Hidayah dengan diiringi selawat dari para santri.

Pukul 09.15 WIB, Syafruddin memasuki kediamaan Pimpinan Ponpes tersebut dan sungkem kepada Umar dan duduk di sofa berwarna hitam setelahnya. Umar mengenakan jas berwarna hitam dengan dalaman kaos dan peci berwarna putih.

“Bagaimana sudah sehat,” kata Syafrudin membuka pembicaraan kepada Umar di kediamannya Ponpes Al-Hidayah Kampung Santiong RT.04/RW.01, Desa Cicalengka Kulon, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Rabu (21/2).

Salah satu perwakilan keluarga, Amas Masyur yang juga adik kandung dari Umar membeberkan kondisi Umar kepada Wakapolri bahwa kondisi Umar sudah membaik meskipun masih menjalani kontrol kesehatan.

“Kami atas nama keluarga besar mengucapkan terimakasih atas dorongan dan doa dari semua pihak,” ujar perwakilan Amas.

“Sekarang alhamdullilah, pengajian sampai hari ini tidak berhenti. Begitupun yang melayat, hari ini terus berdatangan dan juga bantuan moril,” tambahnya.

Meski sudah dinyatakan sehat, menurut perwakilan keluarganya mata sebelah kiri Umar belum bisa terbuka secara normal. Namun untuk berkomunikasi sudah lancar meskipun harus diwakilkan dengan cara membisik kepada anggota keluarganya.

“Tinggal traumanya yang belum sembuh sepertinya,” terangnya.

Syafruddin akan memastikan kejadian serupa tidak akan kembali terjadi. Ia menyatakan, untuk menciptakan rasa aman dan nyaman dibutuhkan sinergitas antara masyarakat dan polisi.

Ia berpendapat, mau itu pelaku penganiyaan tersebut sampai dengan saat ini dinyatakan gila, menurutnya pihak kepolisian akan terus melakukan penyelidikkan mendalam terkait hal tersebut.

“Insya Allah tidak akan terjadi lagi hal seperti ini. Ada Pak Kapolres, Pa Sekda semua bersama-sama ikut mengamankan dan mencegah. Juga DKM dan MUI menjaga bersama-sama,” ujarnya. “Polri tidak akan berhasil tanpa dukungan kuat dari masyarakat, beserta media juga.

Kedatangannya ke Ponpes Al-Hidayah sekaligus ingin memastikan aktivitas pesantren pasca penganiayaan Umar kembali normal. Pihaknya mengaspresiasi kepada jajaran Polda Jabar dan Polres Badung yang bergerak cepat untuk melakukan pengungkapan kasus tersebut.

“Pengungkapan nya cepat tidak kurang dari lima jam. Pencegahan perlu, serta kerjasama semua pihak,” tegasnya.

Ia menyatakan, Polri sudah melakukan langkah-langkah progresif untuk memberikan perlindungan kepada warga negara bahkan menurutnya presiden dan wakil presiden sudah memerintahkan kepada Polri untuk menjamin keamanan kepada seluruh ulama, tokoh agama yang lain, semua tempat ibadah, tempat fasilitas umum dan lainnya.

“Mari kita jaga bersama-sama. Ini pelajaran semoga menjadi kejadian yang pertama dan yang terakhir,” pungkasnya.

loading...

Feeds

Sandrina Pukau Warga Cianjur

‎Tahun ini Napak Jagat Pasundan (NJP) mengusung tema 'Keur Balarea', ada banyak konsep baru dan unik dalam pengemasannya dibandingkan tahun …