Temuan Kutang Diduga Mengandung Bakteri, Konsumen Khawatir

Ilustrasi. Toko pakaian dalam perempuan di Bandung. (Gumilang/Radar Bandung)

Ilustrasi. Toko pakaian dalam perempuan di Bandung. (Gumilang/Radar Bandung)

POJOKBANDUNG.com – Temuan kutang yang diduga mengandung bakteri, bikin resah baik pedagang maupun konsumen, termasuk di Bandung.

Sebelumnya diberitakan, seorang warga Padang Pariaman, Sumatera Barat berinisial D mengantarkan bra atau beha impor miliknya ke Puskesmas Padang Alai, Senin (19/2). Dia curiga pakaian dalam tersebut menyebabkan nyeri dan gatal di buah dadanya.

Bagaimana dengan pakaian dalam wanita impor di Bandung? Sejauh ini tidak ditemukan pakaian dalam impor sebagaimana yang dikeluhkan di Sumatera Barat.

Di Bandung, tidak sedikit toko pakaian dalam wanita yang menjual produk impor, salah satunya banyak ditemukan di Cihampelas Walk (Ciwalk) Bandung.

Salah seorang penjaga toko pakaian, Risa (24) menjamin pakaian dalam yang dijualnya aman.

Namun pemilik toko tak pernah mengecek indikasi adanya zat berbahaya di dalam produknya.

“Paling cuma cek kondisi barangnya apakah masih bagus atau ada kerusakan. Jika ada kerusakan karena proses impor, akan dikembalikan perusahaan yang membuat produk tersebut,” ungkap Risa, kepada Radar Bandung.

Risa menjelaskan, jika dilihat dari tampilan luar dan mereknya, produk bra yang dijualnya tak mengandung sesuatu yang berbahaya.

“Ini kan impor, sudah pasti good quality, dari perusahaannya juga pasti sudah dicek terlebih dahulu sebelum dikirim ke sini,” jelasnya.

Di tempat lainnya, Jessica (26) seorang penjaga toko pakaian dalam di kawasan mall Bandung Indah Plaza (BIP) Kota Bandung, mengatakan sejauh ini pembeli bra impor biasanya kalangan menengah ke atas.

Harga bra impor yang dijual di toko Jessica berkisar dari yang paling murah kurang lebih Rp. 50.000/pcs sampai Rp. 500.000 /pcs.

“Tergantung merek dan kualitasnya,” terangnya.

Ia menjamin jika semua bra yang dijual di tokonya aman dan tidak mengandung zat berbahaya seperti cairan bakteri ataupun silikon di dalamnya.

“Harga tidak akan mengecewakan kualitas pastinya,” tegas Jessica.

Di samping itu, Riska (20) seorang Mahasiswi dari Universitas Swasta di Kota Bandung mengatakan, ia belum mengetahui dan tidak menyangka jika ada bra impor yang mengandung zat berbahaya.

“Selama ini beli bra impor aman-aman saja sih, tapi jadi khawatir kalau memang ada yang seperti itu,” ungkapnya.

Cindy (21), seorang mahasiswi universitas swasta di Kota Bandung juga berpendapat, jika ingin membeli produk bra baik impor ataupun dalam negeri, harus dilakukan pengecekkan dan pembersihan terlebih dahulu.

Ia menjelaskan, produk bra pastinya berasal dari sebuah konveksi pembuat bra yang kadang kala menurutnya sering ditumpuk bahkan terinjak-injak.

“Jangan mentang-mentang barang baru, tidak dicuci terlebih dahulu,” tegasnya.

loading...

Feeds