Peralihan Ketua TP PKK Kecamatan, Aktifkan Kembali PKK RT dan RW

Ketua TP PKK Kabupaten Bandung Ny. Hj. Kurnia Agustina dalam pelantikan 10 Ketua TP PKK Kecamatan di Gedung Dewi Sartika Soreang

Ketua TP PKK Kabupaten Bandung Ny. Hj. Kurnia Agustina dalam pelantikan 10 Ketua TP PKK Kecamatan di Gedung Dewi Sartika Soreang

POJOKBANDUNG.com – Peralihaan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kecamatan, harus mampu menyokong program PKK, sebagai salah satu organisasi perempuan yang bergerak dalam bidang pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga.

Hal tersebut disampaikan Ketua TP PKK Kabupaten Bandung Ny. Hj. Kurnia Agustina usai melantik 10 Ketua TP PKK Kecamatan di Gedung Dewi Sartika Soreang, Rabu (21/2).

Menurutnya, TP PKK dituntut untuk selalu melakukan konsolidasi dan revitalisasi organisasi, agar 10 program pokok-nya dapat berjalan dengan baik, sehingga mampu mewujudkan keluarga dan masyarakat kabupaten bandung yang maju, mandiri  berdaya saing dan sejahtera.

“Peralihan kali ini harus mampu mendorong keaktifan TP PKK hingga lini bawah. Strateginya adalah meningkatkan persatuan, kesatuan serta jiwa kebersamaan segenap jajaran pengurus TP PKK dan kadernya di tingkat kecamatan,” ucapnya.

“Kemudian  jaringan kerja sama dan bermitra dengan sector pemerintahan dan swasta sesuai dengan kepentingan dan kebutuhan daerahnya bisa meningkat, serta mengaktifkan kelompok PKK RT, RW dan kelompok,” lanjutnya.

Pelantikan 10 Ketua TP PKK Kecamatan di Gedung Dewi Sartika Soreang

Pengaktifan kembali PKK RT dan  RW tersebut ucap Ibu yang biasa disapa Teh Nia itu, bisa dikuatkan melalui pengoptimalan dasa wisma.

Sebagai institusi masyarakat, PKK RT dan RW ini akan membantu pemerintah menyosialisasikan program-program yang berkaitan dengan kesejahteraan keluarga.

“Saya harapkan melalui jaringan PKK, semua program pemerintah bisa sampai ke dasa wisma, sehingga manfaatnya dapat semakin dirasakan oleh masyarakat, apalagi kelompok dasa wisma menjadi sangat penting dan strategis sebagai unit terdepan dalam gerakan PKK di masyarakat,” imbuh Teh Nia.

Lebih lanjut dia menjelaskan, apabila kelompok dasawisma berfungsi dengan baik, PKK akan mudah mendapatkan data data keluarga yang akurat dan akan mudah memantau keberadan keluarga-keluarga binaan.

“Perhatian khusus perlu diberikan pula kepada posyandu, untuk pemberian pelayanan kesehatan dasar, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader, terutama dalam upaya peningkatan posyandu multifungsi yang ada di kecamatan masing – masing.  Sehingga posyandu tidak hanya melaksanakan pelayanan kesehatan dasar, tetapi  memberikan pelayanan sosial dasar juga,” kata Istri Bupati Bandung itu.

“Selain itu mengenai peningkatan kapasitas  penyuluhan, baik yang sifatnya umum maupun teknik pelaksanaan kegiatan 10 program pokok PKK, juga dalam meningkatkan kegiatan pendidikan,  pembinaan sikap mental khususnya bagi anak dan remaja, serta penanggulangan kekerasan dalam rumah tangga bekerjasama dengan lembaga terkait,” ujarnya.

Posisi dan peranan gerakan PKK tambah Kuria Agustina, sudah dapat menggambarkan betapa strategisnya fungsi PKK dan kader yang tersebar di seluruh desa. Hal tersebut menurutnya dapat menjadi perekat pemerintah dengan masyarakat.

“Fokus lain dari gerakan PKK juga harus mampu meningkatakan program pendidikan usia dini,” ungkap ibu yang juga Ketua Forum Kabupaten Bandung Sehat (FKBS)  Kabupaten Bandung itu.

“Dalam pelaksanaannya, dapat diintegrasikan dengan kegiatan BKB (Bina Keluarga Balita) dan posyandu. Kemudian pembinaan kelompok usaha ekonomi keluarga melalui UP2K (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga), peningkatan sosialisasi pemahaman mengenai pangan yang beragam, bergizi dan berimbang serta di sebarluaskan pengertian gerakan Hatinya PKK sampai ke pelosok-pelosok,” lanjut dia.

Dia berpesan, agar dengan dilantiknya Ketua baru, gerakan PKK bisa benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, menggali, menggerakan dan mengembangkan potensi masyarakat juga dapat meningkatkan sinergitas gerakan lainnya.

“Saya harap ini menjadi suasana segar untuk perubahan yang lebih baik lagi, khususnya dampak manfaat bagi masyarakat, serta meningkatnya sinergitas PKK dengan gerakan lainnya seperti  FKBS, Pokjanal, Forikan, Bunda PAUD, KRPL (kawasan rumah pangan lestari), P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak), LK3S (Lembaga Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial) dan Formi (Federasi Olahraga rekreasi Masyarakat Indonesia) Kabupaten Bandung,” pungkasnya.

Sementara Asisten Pemerintahan Sekertariat Daerah Yudhi Haryanto,SH.,SP1 mengatakan, keberhasilan PKK dalam pencapaian visi dan misi Kabupaten Bandung yang selama ini telah dilaksanakan yakni, program untuk swasembada dan ketahanan pangan.

“PKK membentuk kelompok wanita tani untuk membangun KRPL, sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri. Kemudian mengenai UP2K, dilaksanakan dengan melihat potensi unggulan wilayah, dengan dibantu perangkat daerah terkait, baik dari cara pengolahan, pengemasan sehingga produk yang dihasilkan bisa menjadi produk unggulan Kabupaten Bandung,” ujar Asisten pemerintahan.

Beberapa kegiatan PKK tersebut kata dia, sangat mendukung program pemerintah Kabupaten Bandung dalam membangun 1000 kampung.  Selain kampung bidang pangan, bidang kesehatan seperti kampung KB, kampung TB Care dapat terus di galakan oleh TP PKK.

(*/men/pojokbandung)

loading...

Feeds