Panwas Butuh Bukti dari Duriat dan KPU

Suasana musyawarah sidang sengketa Duriat di hari pertama di kantor panwaslu Kota Bandung. (AZIZ ZULKHAIRIL/RADAR BANDUNG)

Suasana musyawarah sidang sengketa Duriat di hari pertama di kantor panwaslu Kota Bandung. (AZIZ ZULKHAIRIL/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Hari pertama musyawarah penyelesaian sengketa bakal pasangan calon independen Dony Mulyana Kurnia dan Yayat Rustandi (Duriat), Panitia Pengawas Pemilu (Pawaslu) belum menemukan keputusan.

Pasangan Duriat menjalani musyawarah pertama didampingi Prof Yislam Alwini serta beberapa pendukung. Turut hadir ketua KPU Kota Bandung bersama tiga kuasa hukum.

Ketua Panwaslu Kota Bandung, Farhatun Fauzziah menjelaskan, keputusan musyawarah akan dilanjut dua hari yang akan datang, dikarenakan Duriat akan mendatangkan saksi ahli untuk menambah keterangan.

“Kita beri waktu dua hari agar semua saksi dari Duriat bisa dihadirkan, karena kami juga butuh keterangan,” ujar Fauziah selepas musyawarah di kantor panwaslu Kota Bandung, Senin (19/2).

Kemudian Fauziah mengatakan, Duriat sudah melaporkan secara benar, karena hal itu sudah menjadi wewenang panwaslu Kota Bandung untuk memberikan wewenang terkait sengketa hilangnya suara dukungan Duriat ketika di verifikasi fakual.

“Kami belum bisa memutuskan apa-apa, tunggu saja sidang musyawarah besok,” singkatnya.

Ketua KPU Kota Bandung, Rifki Al Mubarak, menjelaskan, sebagai termohon sudah mendengarkan tuntutan dari pemohon (Duriat). KPU juga sudah menyampaikan semua jawaban.

“Semua sudah sangat kooperaktif dalam musyawarah, selanjutnya kami serahkan saja ke panwas,” ujarnya.

Memurut Rifki, semua keterangan dua belah pihak sudah tidak ada lagi yang di sembunykan, sangat transparan dan sesuai peraturan panwaslu. Data-data dari KPU juga sudah sangat jelas.

“Kita tinggal tunggu saja hari rabu, kita juga siap bawa semua bukti,” sambungnya.

Di tempat yang sama, selaku penggugat Dony Mulyana Kurnia memaparkan, hasil musyawarah pertama sudah sangat terlihat bahwa KPU tidak bisa menjawab atas gugatannya, terkait tidak diberikannya lampiran B5.KWK yang dinyatakan KPU Kota Bandung tidak memenuhi syarat.

“Kami masih menanyakan, pendukung kami yang mana yang tidak mendukung,” katanya.

Dony mengatakan, tidak ada bukti bahwa pendukung Duriat banyak yang tidak mendukung sebagaimana yang dituding KPU. Menurutnya, surat B5. KWK yang sudah di Verfak oleh KPU tidak diserahkan kepada Duriat.

“Kalau tidak ada buktinya ya keputusan kita tetap sama seperti di awal, suara kita memenuhi, dan layak menjadi paslon,” ungkapnya.

Untuk musyawarah kedua, Dony menginginkan KPU bisa memberikan semua bukti kejanggalan tersebut. Duriat juga siap membawa semua saksi.

“Nanti kita bawakan lima saksi dan satu ahli, intinya kami perlu bukti,” pungkasnya.

(Cr3)

loading...

Feeds