Riabuan Anak Muda Celaka di Jalur Jawa Barat

Petugas Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melihat kondisi tempat kejadian perkara insiden kecelakaan bus pariwisata di tanjakan Emen, Kabupaten Subang, Minggu (11/2). (RIANA SETIAWAN/RADAR BANDUNG)

Petugas Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melihat kondisi tempat kejadian perkara insiden kecelakaan bus pariwisata di tanjakan Emen, Kabupaten Subang, Minggu (11/2). (RIANA SETIAWAN/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com – Dalam kurun triwulan terakhir, setidaknya 1.671 kecelakaan lalu lintas terjadi di Jawa Barat (Jabar). Dari jumlah kejadian itu, 800 orang meninggal dunia.

Kejadian terbaru, kecelakaan yang melibatkan tiga jenis kendaraan, yaitu bus, mobil, dan motor di Jalan Raya Rajamandala, Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Sabtu (17/2) lalu.

Akibatnya, satu orang meninggal dunia, empat orang luka berat dan dua orang luka ringan.

Baca Juga: Inilah Titik-titik Maut Jalur Lalu Lintas di Jawa Barat, Sebaiknya Anda Tahu dan Waspada

Masih di bulan Februari, sebuah bus pariwisata yang mengangkut rombongan koperasi dari Tangerang Selatan, mengalami kecelakaan di Tanjakan Emen, Kampung Ciater, Subang, Jawa Barat pada Sabtu (10/2). Kecelakaan ini menelan 27 orang korban jiwa.

Kepala Bidang Humas Polda Jabar, AKBP Hari Suprapto, mengungkapkan total jumlah orang yang terlibat dalam kecelakaan selama tiga bulan terakhir ialah 2.602 orang.

Selain mencatat 800 orang meninggal dunia, Polda Jabar juga merekap 287 orang mengalami luka berat, 1.515 orang mengalami luka ringan. Total kerugiaan Rp3.071.500.109.

Sedangkan jenis kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan meliputi 33.000 sepeda motor, 7.000 mobil, 4.000 truk, dan 2.000 bus.

Ada pun tipe kecelakaannya kebanyakan tabrakan, lalu kecelakaan di satu arah atau sedang menyalip kendaraan, kecelakaan di persimpangan jalan dan kecelakaan orang yang menyebrang bukan di tempat penyebrangan jalan (zebra cross).

Jumlah korban kecelakaan didominasi pengendara yang masih berusia di bawah umur. Jumlahnya sekira 5.000 orang yang berumur antara usia 15-19 tahun, disusul sekira 4.000 orang yang berumur antara usia 20-24 tahun, dan sekira 2.000 orang yang berumur antara usia 25-29 tahun.

Pelanggaran dengan jumlah tertinggi ialah tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) sebanyak 10.000, melanggar aturan batas kecepatan maksimum dan minimum sebanyak 2.000 orang.

Menurut Hari, kecelakaan lalu lintas di Jabar mengalami penurunan tapi belum signifikan. Pihaknya mentargetkan, minimal kecelakaan di Jabar bisa turun lima persen per tahun.

“Tahun ini, kita targetkan lima persen harus mengalami penurunan untuk jumlah kecelakaan ini,” ujar Hari Suprapto, saat dihubungi Radar Bandung (pojokbandung.com).

(Cr1)

loading...

Feeds