Bea Cukai Jabar Berhasil Amankan Ribuan Botol Miras Oplosan

Bea dan Cukai Jawa Barat amankan barang bukti 3.752 botol MMEA golongan B merk kuda mas, orang tua dan intisari, 2.085 keping pita cukai MMEA diduga bekas pakai

Bea dan Cukai Jawa Barat amankan barang bukti 3.752 botol MMEA golongan B merk kuda mas, orang tua dan intisari, 2.085 keping pita cukai MMEA diduga bekas pakai

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG ‎- Bea dan Cukai Jawa Barat melakukan pengamanakan terhadap tersangka TR (43) beserta beberapa barang bukti Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) di sebuah rumah Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Sabtu (3/2/2018) lalu.

Beberapa barang bukti yang diamankan dari tangan TR ialah 3.752 botol MMEA golongan B merk kuda mas, orang tua dan intisari, 2.085 keping pita cukai MMEA diduga bekas pakai, 1 unit mobil Toyota Inova, alat produksi atau peralatan pengoplosan MMEA, bahan baku dan bakan pembuatan MMEA.

“Awalnya TR membeli MMEA produksi pabrik resmi, lalu dioplos 1 botol asli menjadi 3 botol oplosan dengan menambahkan etil alkohol maupun metanol, karamel, pemanis buatan, gula putih, gula merah, jahe, pewarna makanan dan beberapa bahan lainnya,” ujar ‎Kepala Kantor Wilayah Direktorat Bea dan Cukai (DJBC) Jawa Barat, Saipullah Nasution di Jalan Surapati, Bandung, Senin (19/2).

Semua campuran tersebut masukan ke dalam toren biru ukuran sedang, kemudian dilakukan pengadukan dengan mesin, jika sudah tercampur menggunakan selang yang sudah dipasang keran yang berfungsi untuk memasukan air di dalam toren ke dalam botol.

Dalam dua jam TR mampu membuat 1 karton atau 12 botol oplosan, sehinga dalam satu hari kurang lebih 360 botol ia produksi kemudian dipasarkan.‎ Hasil oplosan kemudian dikemas dalam botol dengan menggunakan etiket yang identik dengan merk sejenis hasil produksi pabrik resmi. Kemudian dipasarkan di Bandung Raya, Garut dan Tasikmalaya.

Nilai penjualan minuman selama empat bulan Rp1.898.907.120, namun potensi kerugian negara akibat minuman Rp474.726.780 dan perkiraan nilai barang dari MMEA hasil penindakan Rp192.720.000. Hal ini ditambah dampak kerugian immaterial dam timbulnya dampak sosial akinat kriminal MMEA ilegal.

“TR tidak memiliki izin produksi, selain itu perekat pita cukainya ilegal,” tambahnya.

Berdasarkan pengakuan TR ia meneruskan kegiatan yang dilakukan suaminya tersebut selama empat bulan. Syaifullah menambahkan, TR tidak sendirian melainkan dibantu tiga orang lainnya yang masih buron.

Diketahui, TR merupakan istri ML (53) yang sudah terlebih dahulu diciduk polisi 10 Desember 2017 lalu, di Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Minggu (10/2/2017)‎.

‎Tak hanya memproduksi MMEA ilegal, lanjut Syaipullah, Bea dan Cukai Jawa Barat juga mengamankan 10.160 batang cerutu impor berbagai merek, 15.408 batang rokok produksi dalam negeri berbagai merek, 150 gram tembakan iris impor berbagai merek dan 221.950 gram tembakau iris produksi dalam negeri berbagai merek.

“Kalau dari tembakau, hasil penindakan barang senilai Rp83.306.000 dan Rp52.211.600 akan kerugian negara,” tuturnya.

TR terancam hukuman Pasal 50 UU No.39 Tahun 2007 jo Pasal 54 UU No.39 Tahun 2007 jo Pasal 55 huruf c UU No.39 Tahun 2007.

“Penindakan yang dilakukan DJBC terhadap predaran barang kena cukai ilegal akan terus dilakukan, hal ini guna melindungi masrarakat dan memberika situasi kondusif, ” pungkasnya.

(nda)

loading...

Feeds