Bank Bjb Catat Laba Bersih Rp1,6 Triliun Kinerja Tahun 2017

Direktur Utama bank bjb Ahmad Irfan beserta jajaran Direksi & Komisaris saat Analysis Meeting pemaparan hasil kinerja Tahun 2017 di Jakarta, Kamis (15/2).Bank bjb membukukan laba bersih sebesar Rp 1,6 Triliun atau tumbuh 1,5% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Direktur Utama bank bjb Ahmad Irfan beserta jajaran Direksi & Komisaris saat Analysis Meeting pemaparan hasil kinerja Tahun 2017 di Jakarta, Kamis (15/2).Bank bjb membukukan laba bersih sebesar Rp 1,6 Triliun atau tumbuh 1,5% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

POJOKBANDUNG.com – Pencapaian positif ditorehkan oleh bank bjb dalam menutup kinerja tahun 2017. Direktur Utama bank bjb Ahmad Irfan mengatakan, perbankan yang dipimpinnya membukukan laba bersih sebesar Rp1,6 triliun atau tumbuh 1,5% dibandingkan tahun sebelumnya.

“Bank bjb bisa menjaga tren positifnya, dengan pertumbuhan berkualitas dan berkelanjutan,” ujar Ahmad Irfan, saat pemaparan Analyst Meeting di Glass House Ritz Charlton Pacific Place Hotel, Kamis (15/2).

Menurutnya, pencapaian tersebut antara lain didorong oleh peningkatan dari penyaluran kredit sebesar 12% year-on-year dengan nilai sebesar Rp70,7 triliun, sedangkan tingkat rasio kredit bermasalah (NPL) kembali berhasil diturunkan menjadi sebesar 1,51%, turun sebesar 18 basis point dibandingkan tahun sebelumnya.

Ada pun untuk total dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun sebesar Rp81 triliun atau tumbuh sebesar 11,2% y-o-y. Selain itu fee based income juga mengalami kenaikan sebesar 24,5% y-o-y.

Menurutnya, dengan kinerja yang baik pada tahun 2017 total aset bank bjb tumbuh menjadi sebesar Rp108,4 triliun  atau tumbuh 13,1% y-o-y.

“Kini bank bjb berada di peringkat 13 bank terbesar nasional, hal tersebut sebagai bukti bahwa bank bjb terus tumbuh dan berkembang untuk mewujudkan visi bank bjb untuk menjadi 10 bank terbesar di Indonesia,” terang Irfan.

Sementara itu, dari sisi pertumbuhan kredit, kontribusi terbesar masih berasal dari segmen kredit konsumer yang merupakan pilar pertama bisnis kredit bank bjb yang tumbuh sebesar 6,5% y-o-y.

Secara eksplisit, jelasnya, salah satu pendorong pertumbuhan kredit konsumer ini yaitu meningkatnya pertumbuhan kredit pensiunan yang naik menjadi Rp10,1 triliun.

“Kinerja saham bank bjb (BJBR) yang stabil selama tahun 2017 telah membawa BJBR masuk ke dalam perhitungan indeks LQ-45. Salah satu tolak ukur dalam perhitungan indeks LQ-45 yaitu BJBR merupakan salah satu perusahaan yang mempunyai nilai transaksi tinggi di Bursa Efek Indonesia,” ungkapnya.

Irfan menambahkan, upaya-upaya yang dilakukan bank bjb dalam mempertahankan konsistensi salah satunya adalah melakukan inovasi dan pengembangan produk guna mempermudah Iayanan kepada nasabah, salah satunya adalah TSamsat bjb.

” T-Samsat bjb adalah Iayanan pembayaran pajak kendaraan bermotor yang bisa dilakukan melalui sistem cicil atau angsur. Pembayaran ini nantinya di debet secara otomatis dari rekening nasabah bank bjb” imbuhnya.

Selama tahun 2017, bank bjb memperoleh beberapa penghargaan salah satunya adalah peringkat pertama untuk Annual Report Award Tahun Buku 2016, kemudian Best of The Best Award 2017 untuk Top 50 Companies.

Dari penghargaan-penghargaan yang diperoleh bank bjb ini menunjukkan suatu komitmen perusahaan untuk terus tumbuh secara berkelanjutan.

“Kemudian untuk mempertahankan kinerja yang baik di tahun 2017, pada tahun 2018 salah satu strategi yang akan dilakukan adalah meningkatkan fee based income melalui transactional banking dan pengemba ngan internet banking corporate,” tegas Irfan.

(*/men/pojokbandung)

loading...

Feeds