Optimalisasi, KPU KBB Akan Koordinasikan Hasil Coklit dengan Disdukcapil

Kegiatan Bimbingan Teknis Pemutakhiran dan Penyusunan Daftar Pemilih Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernurserta Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat tahun 2018, bersama Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di Galeri Ciumbuleuit, Bandung

Kegiatan Bimbingan Teknis Pemutakhiran dan Penyusunan Daftar Pemilih Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernurserta Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat tahun 2018, bersama Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di Galeri Ciumbuleuit, Bandung

POJOKBANDUNG.com – Pelaksanaan Pencocokan dan Penelitian (Coklit) Data Pemilih tinggal menghitung jari. Sesuai jadwal proses coklit dilakukan sejak 20 Januari hingga 18 Februari 2018.

Dalam hal ini, KPU Kabupaten Bandung Barat (KBB) telah menggandeng Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) KBB guna mengatasi permasalahan terkait administrasi kependudukan dari hasil Coklit di lapangan.

Komisioner Divisi Perencanaan Program dan Data KPU KBB, Benben Faturokhman mengatakan, koordinasi dengan Disdukcapil KBB perlu dilakukan sebagai upaya untuk menghasilkan data yang berkualitas, sehingga semua pemilih dapat teregulasikan dengan baik dalam data pemilih yang valid.

Selain itu, pendataan terhadap calon pemilih yang genap berusia 17 tahun pada 27 Juni 2018 harus dilaksanakan semaksimal mungkin dalam momentum coklit ini.

Sebab, masyarakat memiliki keinginan untuk menggunakan hak pilihnya terutama setelah penetapan calon bupati dan wakil bupati Bandung Barat Selasa(13/2).

“Sebagai penyelenggara, secara prinsip masyarakat yang memenuhi persyaratan harus kita dorong, bantu mereka, sesuai kewenangan yang ada di kita, maksimalnya yang ada di disdukcapil,” papar Benben.

Benben menyampaikan dalam kegiatan Bimbingan Teknis Pemutakhiran dan Penyusunan Daftar Pemilih Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernurserta Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat tahun 2018, bersama Panitia Pemilihan Kecamatan di Galeri Ciumbuleuit, Bandung, Kamis (15/2) lalu.

Jeje Hermansyah selaku Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan, mengatakan, berharap temuan coklit juga dapat membantu disdukcapil untuk mendatapen duduk Bandung Barat. Ia menargetkan 97% masyarakat terdata.

Lanjutnya, disdukcapil berencana menerbitkan suket secara missal sebagai solusi akhir yang ditempuh untuk masyarakat yang terkena permasalahan KTP ganda, domisili ganda dan belum berusia 17 tahun tapi sudah atau pernah menikah.

“Kami berencana menerbitkan suket secara missal sesuai data yang ada di kami, tapi bukti dokumen harus dilampirkan, itu langkah terakhir, setelah menunggu hasil coklit oleh PPDP (Petugas Pemutakhiran Data Pemilih),” papar Jeje Hermansyah, didampingi Kasubbag Administrasi kependudukan, Cuncun Cahyadi.

Selain itu, hadir Asep Nurfalah, selaku Anggota Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) KBB untuk berkoordinasi dalam hal proses pengawasan pemutakhiran dan penyusunan daftar pemilih.

Ketua KPU KBB, Iing Nurdin juga mengingatkan kepada penyelenggara, panitia Ad Hoc di tingkat desa untuk tetap fokus dalam proses pemutakhiran dan penyusunan data pemilih meskipun coklit sudah 100% dilaksanakan.

Utamanya, cokli melibatkan seluruh komponen masyarakat se-Kabupaten Bandung Barat.

Ia juga mengapresiasi, penghargaan Sitagis terbaik se-Jawa Barat yang didapatkan oleh KPU KBB untuk kategori terbanyak dan responsif dalam pelaksanaan Coklit ini.

(*/men/pojokbandung)

loading...

Feeds